Mendag Usul Bangun Cold Storage Raksasa untuk Simpan Makanan

Aria W. Yudhistira
16 September 2015, 16:44
Katadata
KATADATA
Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong.

KATADATA ? Pemerintah memiliki rencana untuk membangun fasilitas penyimpanan berpendingin atau cold storage produk pangan. Fasilitas itu untuk menyimpan hasil panen petani dalam jangka panjang sehingga dapat menjaga pasokan di kala musim panen usai, sehingga harga pangan bisa stabil dan inflasi terkendali.

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan, ide tersebut muncul setelah dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Dubai, Uni Emirat Arab beberapa hari lalu. Negara itu memiliki fasilitas penyimpanan seluas tiga kali lapangan sepak bola. Ada beragam produk pangan yang disimpan di sana, mulai daging sapi, ayam, hingga produk sayuran dan buah-buahan dalam kemasan.

 ?Pak Presiden meminta saya dan Direktur Utama Bulog untuk mendatangani gudang itu,? kata Thomas kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (16/9). ?Kepala Bulog dan saya dapat inspirasi itu. Kami ingin bangun fasilitas serupa di Indonesia. Jadi hasil panen bisa masuk ke situ dulu, dan bisa kurangi volatilitas (harga).?

Dia memperkirakan dana investasi yang diperlukan untuk membangun fasilitas penyimpanan itu sekitar Rp 2 triliun-Rp 3 triliun. Kementerian Perdagangan mengusulkan agar pemerintah dapat membangun 1-2 fasilitas ini sebagai pilot project.

?Pasti ada kesalahan dan dari situ kita belajar. Baru disebarkan yang banyak. Ini masih tahap awal, masih wacana. Tapi saya bisa sampaikan dan tim ekonomi sangat serius mengenai konsep ini,? kata Thomas.

Menurutnya, fasilitas itu bisa dibangun di kawasan pelabuhan, terutama di kawasan berikat, dan dibangun dengan skema kerja sama pemerintah-swasta atau public-private partnership (PPP). Selain bisa menjaga stabilitas harga pangan, fasilitas penyimpanan ini juga dapat memperlancar arus barang yang dapat mengurangi biaya logistik. 

Reporter: Desy Setyowati
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...