Selain memicu lonjakan harga energi global, CORE memprediksi penutupan Selat Hormuz juga berpotensi mendorong kenaikan biaya logistik dan produksi pangan di dalam negeri.
Pemerintah telah menyiapkan langkah untuk melanjutkan subsidi dan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penyangga untuk meredam gejolak harga.
APINDO menilai kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya produksi industri dan mempersempit ruang fiskal pemerintah apabila harga energi melampaui asumsi APBN.
Laporan Willis Towers Watson (WTW) memproyeksikan inflasi medis di Indonesia mencapai sekitar 15%, lebih tinggi dibanding rata-rata Asia Pasifik sebesar 14%.
Pada Ramadan Maret tahun lalu, inflasi bulanan mencapai 1,65 persen, dikerek kenaikan tarif listrik hingga pangan. Ini inflasi Ramadan tertinggi setidaknya bila menengok data lima tahun belakangan.