Pengguna aktif Facebook secara mobile setiap harinya melonjak 23 persen menjadi 1,15 miliar pengguna. Lebih dari 90 persen pengguna mengaksesnya melalui perangkat mobile.
Bursa
Bursa Arief Kamaludin|KATADATA

Kinerja Facebook semakin moncer. Perusahaan media sosial besutan Mark Zuckerberg ini mencetak pendapatan dan laba bersih kuartal IV-2016 yang melampaui perkiraan para analis. Kontribusi terbesar berasal dari pendapatan iklan mobile.

Laba bersih Facebook pada kuartal terakhir 2016 mencapai US$ 3,57 miliar atau sekitar Rp 48 triliun. Jumlahnya naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal IV-2015 yang hanya sebesar US$ 1,56 miliar. Alhasil, laba bersih per saham perusahaan ini pada kuartal IV-2016 sebesar US$ 1,41, melampaui prediksi analis yang dihimpun Bloomberg sebesar US$ 1,31 per saham.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Pencapaian itu sejalan dengan lonjakan pendapatan Facebook yang mencapai US$ 8,81 miliar atau lebih tinggi 52 persen dari periode sama 2015 yang sebesar US$ 5,84 miliar. (Baca: Tangkal Hoax, Pemerintah Surati Facebook, Twitter dan Youtube)

Padahal, pada November lalu, investor Facebook diperingatkan terhadap kemungkinan penurunan kinerja perusahaan akibat tertekan oleh pendapatan iklan. Peringatan itu muncul sebagai dampak dari pembatasan jumlah iklan yang bisa ditayangkan di halaman para pengguna. Apalagi, Facebook menuai kritik karena berseliwerannya berita-berita palsu (hoax) di laman media sosial tersebut.

“Saya kira pertumbuhannya akan menurun, tapi ternyata masih sangat tinggi,” kata analis dari Wedbush Securities, Michael Pachter, seperti dilansir Reuters, Rabu (1/2).

Pendapatan iklan menjadi motor utama Facebook. Pada kuartal IV-2016, pendapatan iklannya sebesar US$ 8,63 miliar atau 98 persen dari total pendapataan perusahaan. Adapun, sisanya adalah dari lini pembayaran dan biaya lain-lain. Pendapatan iklan tersebut melonjak 53 persen dibandingkan periode sama 2015 yang masih sebesar US$ 5,64 miliar.

Jika dirinci, pendapatan iklan terbesar Facebook merupakan iklan mobile. Porsinya mencapai 84 persen dari total pendapatan Facebook. Lembaga riset eMarketer memperkirakan pendapatan Facebook melalui iklan mobile mencapai US$ 29,71 miliar tahun ini. Jumlah tersebut naik sekitar 35,2 persen dari tahun lalu.

Pencapaian-pencapaian itu didukung oleh bertambahnya jumlah pengguna dan pengakses Facebook. Jumlah pengguna Facebook hampir mencapai 2 miliar pengguna. Sekitar 1,86 miliar orang menggunakan Facebook setiap bulan, atau naik 17 persen dibandingkan 2015.

Sementara itu, pengguna aktif Facebook secara mobile setiap harinya melonjak 23 persen menjadi 1,15 miliar pengguna. Lebih dari 90 persen pengguna Facebook mengakses jejaring sosial tersebut melalui perangkat mobile.

Facebook sempat mengalami permasalahan ketika pengadilan di Texas mewajibkan Facebook, unit virtual reality-nya Oculus, serta pihak tergugat lainnya membayar denda US$ 500 juta kepada perusahaan pembuat video game, ZeniMax Media. Facebook dan para tergugat lainnya terbukti melanggar kesepakatan.

Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, perusahaannya berencana meningkatkan rekrutmen serta belanja sepanjang 2017, seiring program perusahaan melakukan investasi di lini video. Facebook akan fokus menghasilkan video pendek dengan konten yang diproduksi secara berkala setiap pekan.

Para pengguna harus mengunjungi laman Facebook untuk menikmati episode terbaru dari tayangan favorit mereka, atau mengetahui kabar aktual tokoh tertentu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah menggunakan fitur tersebut. Selasa lalu (31/2), melalui siaran langsung di Facebook Live, ia mengumumkan Neil Gorsuch sebagai kandidat hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Fitur video ini bukan hanya menjadi ancaman bagi YouTube, anak perusahaan Google dengan pendanaan Alphabet Inc. Perusahaan-perusahaan seperti Netflix Inc. juga bakal tersaingi oleh layanan baru Facebook tersebut. (Baca: Ada Alibaba di Balik Salin Nama Yahoo Menjadi Altaba)

Facebook menghadirkan sejumlah fitur baru untuk menarik lebih banyak pengguna baru sekaligus mempertahankan pengguna yang masih aktif di jejaring media sosial tersebut. Selain itu, Facebook baru saja mengembangkan perangkat baru untuk menekan peredaran berita hoax serta propaganda.

Apple melambung

Selain Facebook, Apple juga mencatatkan lonjakan pendapatan di awal tahun ini. Setelah sempat terpesorok karena penurunan penjualan, Apple mencatatkan pendapatan sebesar US$ 78,4 miliar dengan keuntungan kuartalan US$ 17,89 miliar. Pada kuartal yang sama tahun lalu, pendapatan Apple tercatat US$ 75,9 miliar.

“Ini rekor untuk penjualan iPhone, Mac, Apple Watch, serta layanan-layanan kami,” kata CEO Apple, Tim Cook, melalui keterangan resmi, Selasa (31/1). (Databoks: Kalahkan Samsung, iPhone Merajai Penjualan Smartphone Dunia)

Cook menjelaskan, penjualan berbagai jasa layanan Apple tumbuh pesat sepanjang tahun 2016, terutama ditopang oleh aktivitas konsumen di App Store.

Artikel Terkait
Kemenkominfo mengikat komitmen perusahaan layanan aplikasi dan konten melalui internet (over the top/OTT) asing untuk menekan penyebaran konten negatif di dunia maya.
Dengan pembukaan kantor barunya di Jakarta, Facebook berkomitmen membantu pemerintah untuk menghalau sebaran konten negatif.
Hingga saat ini, ratusan akun Facebook dan Twitter yang berisi konten negatif telah ditutup.