Majalah Forbes kembali merilis daftar orang terkaya. Di Indonesia, Budi dan Michael Hartono masih memimpin.
Chairul Tanjung
Chairul Tanjung Arief Kamaludin|KATADATA

Majalah Forbes kembali mengeluarkan daftar orang terkaya dunia. Nama-nama lama masih mendominasi daftar konglomerat Indonesia. Namun, posisi Chairul Tanjung (CT) dan Hary Tanoesoedibjo terus melesat naik seiring dengan makin bertambahnya kekayaan mereka.

Seperti tahun-tahun yang lalu, kakak-beradik Budi dan Michael Hartono ada di posisi teratas. Kekayaan mereka masing-masing mencapai US$ 9 miliar atau sekitar Rp 119 triliun (kurs Rp 13.321 per dolar AS) dan US$ 8,9 miliar atau sekitar Rp 118 triliun.

Menurut Forbes, mereka memperoleh kekayaan dari industri rokok melalui Grup Djarum. Selain itu, mereka juga mengeruk harta dari industri perbankan sebagai pemilik saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

(Baca juga:  Satu dari Empat Orang Terkaya Indonesia Tak Ikut Tax Amnesty)

Di bawah Hartono bersaudara ada Sri Prakash Lohia. Pengusaha keturunan India ini meraup kekayaan sebesar US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 79 triliun dari industri tekstil dan polyester melalui Indorama.

Menyusul Sri Prakash, Chairul Tanjung ada di posisi keempat dengan kekayaan US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp 61 triliun. Ia memperoleh kekayaannya melalui bisnis media, retail hingga rekreasi di bawah bendera Trans Corp.

Peringkat pria yang akrab disapa CT ini naik dari posisi enam tahun lalu, meski kekayaannya turun dari US$ 4,9 miliar pada 2016.

Posisi Hary tanoe dalam daftar terkaya orang Indonesia juga terus naik dari peringkat ke-29 pada tahun lalu menjadi ke-19 tahun ini. Raja media dan mitra bisnis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ini menghimpun kekayaan sebesar US$ 1,1 miliar.

Forbes merilis daftar kekayaan para konglomerat dunia melalui riset per 17 Februari lalu. Untuk mengetahui kekayaan masing-masing individu, Forbes menghitung nilai saham dan nilai tukar mata uang di seluruh dunia.

(Baca juga:  Ditjen Pajak Telaah Orang Terkaya yang Tak Ikut Tax Amnesty)

“Kami mendaftar kekayaan individu dan bukan keluarga, meski kami juga memperhitungkan kekayaan milik pasangan atau keturunan langsung konglomerat yang mendirikan bisnisnya,” demikian bunyi pernyataan Forbes pada 20 Maret 2017.

Berikut adalah daftar 20 orang terkaya Indonesia versi Forbes:

1. Budi Hartono (76 tahun)

Kekayaan US$ 9 miliar dari industri perbankan dan rokok.

2. Michael Hartono (77 tahun)

Kekayaan US$ 8,9 miliar dari industri perbankan dan rokok.

3. Sri Prakash Lohia (64 tahun)

Kekayaan US$ 5,4 miliar dari industri tekstil, polyester.

4. Chairul Tanjung (54 tahun)

Kekayaan US$ 4,6 miliar dari industri media, retail dan aneka.

5. Tahir (64 tahun)

Kekayaan US$ 2,8 miliar dari aneka industri.

6. Murdaya Poo (76 tahun)

Kekayaan US$ 2,1 miliar dari aneka industri.

7. Theodore Rachmat (73 tahun)

Kekayaan US$ 1,9 miliar dari aneka industri.

8. Mochtar Riady (87 tahun)

Kekayaan US$ 1,9 miliar dari aneka industri.

9. Prajogo Pangestu (72 tahun)

Kekayaan US$ 1,8 miliar dari industri petrokimia.

10. Peter Sondakh (67 tahun)

Kekayaan US$ 1,7 miliar dari industri keuangan.

11. Ciputra (85 tahun)

Kekayaan US$ 1,6 miliar dari industri properti.

12. Martua Sitorus (57 tahun)

Kekayaan US$ 1,5 miliar dari bisnis sawit.

13. Sukanto Tanoto (67 tahun)

Kekayaan US$ 1,5 miliar dari aneka industri.

14. Eddy Kusnadi Sariaatmadja (63 tahun)

Kekayaan US$ 1,4 miliar dari bisnis media dan teknologi.

15. Djoko Susanto (67 tahun)

Kekayaan US$ 1,3 miliar dari usaha retail.

16. Soegiarto Adikoesoemo (78 tahun)

Kekayaan US$ 1,2 miliar dari industri kimia.

17. Husain Djojonegoro (67 tahun)

Kekayaan US$ 1,2 miliar dari industri produk keperluan  sehari-hari.

18. Harjo Sutanto (90 tahun)

Kekayaan US$ 1,2 miliar dari industri produk keperluan sehari-hari.

19. Hary Tanoesoedibjo (51 tahun)

Kekayaan US$ 1,1 miliar dari industri media.

20. Alexander Tedja (71 tahun)

Kekayaan US$ 1 miliar dari bisnis properti.