"Ada penambahan agenda RUPS yaitu perubahan pengurus perseroan."
Garuda Indonesia Travel Fair 2017
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

PT Garuda Indonesia Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan pada Rabu petang ini (12/4). Selain membahas kinerja, rapat ini juga akan mengubah susunan pengurus perusahaan. Bahkan, dikabarkan bakal terjadi pergantian direktur utama perusahaan penerbangan pelat merah tersebut.

Perubahan pengurus memang menjadi salah satu agenda alam RUPS Garuda yang sudah diumumkan sejak bulan lalu. Dalam suratnya bertanggal 20 Maret 2017 kepada Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama Garuda Arif Wibowo merinci sembilan agenda RUPS. Antara lain, persetujuan laporan tahunan perseroan tahun buku 2016 dan penetapan penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2016.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Selain itu, penetapan tantiem tahun buku 2016, gaji/honorarium berikut fasilitas lainnya bagi anggota direksi dan dewan komisaris tahun buku 2017. Ada pula agenda persetujuan pelimpahan kewenangan kepada dewan komisaris untuk melaksanakan peningkatan modal disetor dalam rangka program management and employee stock option plan (MESOP).

Agenda lainnya adalah persetujuan perubahan anggaran dasar terkait efektifnya Penyertaan Modal Negara (PMN) atas satu Jet Engine Test Cell dan perubahan pengurus perseroan. "Ada penambahan agenda RUPS yaitu perubahan pengurus perseroan," kata Arif dalam suratnya tersebut.

Surat bertanggal 20 Maret 2017 itu memang memperbarui surat sebelumnya yang bertanggal 23 Februari 2017. Dalam surat pertama itu belum ada agenda perubahan pengurus perseroan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata,  Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas Garuda akan mengganti direktur utama perusahaan ini dan dimintakan persetujuannya melalui RUPS. Ada beberapa nama yang beredar sebagai pengganti Arif, yaitu mantan Direktur Penjualan dan Pemasaran Garuda Elisa Lumbantoruan dan Direktur Bank Mandiri Pahala N. Mansyuri. "Ada perubahan besar-besaran di Garuda," kata sumber Katadata di perusahaan tersebut.

Salah satu faktor pertimbangan perubahan direksi Garuda tersebut adalah kinerja perusahaan yang menurun tahun lalu. Pendapatan usaha naik tipis dari US$ 3,2 miliar pada 2015 menjadi US$ 3,28 miliar di akhir tahun lalu. Namun, perusahaan menderita kerugian kurs dan beban keuangannya membengkak. Alhasil, laba bersih Garuda pada 2016 cuma sebesar US$ 9,36 juta atau anjlok dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 77,97 juta.

Hingga berita ini ditulis, Katadata masih belum bisa mendapatkan konfirmasi dari Kementerian BUMN perihal perombakan direksi Garuda tersebut. Begitu pula dengan konfirmasi dari manajemen Garuda.

Artikel Terkait
Praktik pejabat negara merangkap komisaris BUMN sudah berlangsung lama. Presiden menaruh perhatian khusus atas praktik yang disebut melanggar UU tersebut. Solusinya perlu sinkronisasi tiga UU.
"Jadi, target kami sekarang (IPO APG) akan dilakukan di kuartal I tahun 2018"
“Semangatnya harus single salary system. Jadi rangkap jabatan bisa saja diperbolehkan, asalkan penghasilannya hanya dari satu institusi (perusahaan BUMN atau institusi kepegawaiannya)."