BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan I 2017 tetap baik tapi di bawah perkiraan semula. Penyebabnya, konsolidasi korporasi dan perbankan yang masih berlanjut.
Bank Indonesia
Arief Kamaludin (Katadata)

Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) kembali menahan bunga acuan, BI 7-Day Repo Rate di level 4,75 persen. Keputusan tersebut diharapkan bisa mendorong berlanjutnya proses pemulihan perekonomian domestik, sebab pada kuartal I 2017 ekonomi diprediksi tumbuh di bawah perkiraan.

Tirta menjelaskan, beberapa hal yang perlu diwaspadai yaitu tekanan inflasi akibat kenaikan harga-harga yang diatur pemerintah (administered prices) dan perlambatan ekonomi. “Masih berlanjutnya konsolidasi korporasi dan perbankan yang menyebabkan belum optimalnya dampak stimulus perekonomian,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara dalam siaran pers, Kamis (20/4).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca juga: Genjot Ekonomi, Bappenas: Pemda Jangan Hambat Investasi 3 Sektor)

BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan I 2017 tetap baik tapi di bawah perkiraan semula. Penyebabnya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang kemungkinan sedikit melambat tercermin dari pertumbuhan penjualan eceran dan motor yang menurun. Hal tersebut dipengaruhi oleh proses konsolidasi korporasi yang masih berlanjut.

Meski begitu, motor pertumbuhan ekonomi lainnya yaitu investasi diramal membaik, demikian juga dengan kinerja ekspor tetap positif. Adapun, investasi nonbangunan dan kinerja ekspor disokong oleh kenaikan harga komoditas sumber daya alam (SDA). (Baca juga: Kuartal I-2017 Surplus Dagang US$ 3,9 Miliar, Tertinggi Sejak 2012)

“Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat pada triwulan II 2017 ditopang oleh perbaikan investasi dan ekspor, sedangkan konsumsi diperkirakan relatif stabil,” kata Tirta. Ke depan, peran stimulus fiskal diharapkan dapat tetap terjaga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: Darmin dan Menteri ESDM Akan Hitung Peluang Kenaikan Harga BBM)

Ekonomi juga diharapkan terdongkrak oleh menguatnya permintaan seiring dengan pemulihan ekonomi dunia. Prospek ekonomi dunia membaik seiring dengan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terus menguat dan membaiknya ekonomi Eropa dan Tiongkok. 

Berlanjutnya proses konsolidasi perbankan dan korporasi juga menyebabkan pertumbuhan kredit masih terbatas. Per Februari 2017, kredit tumbuh sebesar 8,6 persen secara tahunan, lebih lambat dari proyeksi 10-12 persen tahun ini. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih kencang yaitu 9,2 persen secara tahunan, sejalan dengan proyeksi 9-11 persen tahun ini. (Baca juga: Ekonom Lihat Tak Ada Peluang Perubahan Bunga Acuan BI Tahun Ini)

Artikel Terkait
Konsumsi rumah tangga didukung tiga faktor yaitu penyaluran gaji ke-13 untuk PNS, bantuan sosial, dan realisasi belanja barang pemerintah.
Nilai tukar rupiah tercatat melemah lebih dalam terhadap yen Jepang dan euro, daripada terhadap dolar AS.
Bank Indonesia (BI) optimistis inflasi tahun ini bakal berada di bawah 4% atau dalam rentang target yang sebesar 3-5%.