"Belajar dan persiapkan diri, masa kampanye itu beda dengan riilnya," ujar Kalla
Wapres Kalla
Arief Kamaludin (Katadata)

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan Anies Baswedan banyak belajar selama lima bulan ke depan sebelum menduduki posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Persiapan ini penting, mengingat kondisi riil yang dihadapi Anies ke depan sangat berbeda dengan janji kampanye yang disampaikan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Bahkan, Kalla menambahkan bahwa Anies harus banyak berkomunikasi dengan Gubernur DKI saat ini yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Belajar dan persiapkan diri, masa kampanye itu beda dengan riilnya," kata Kalla di Jakarta, Jumat (21/4).

(Baca: Luhut Akan Temui Anies untuk Jelaskan Reklamasi Teluk Jakarta)

Kalla mengaku telah memberikan ucapan selamat kepada Anies yang unggul dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta, kemarin. Hal tersebut dirasa dirinya wajar mengingat Anies sebelumnya adalah anak buahnya di Kabinet Kerja sebelum terkena kocok ulang (reshuffle) tahun lalu. "Kan dia (Anies) teman juga, bekas menteri," kata Kalla.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menyatakan siap bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta, siapa pun yang terpilih dari hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini dikatakan Sekretaris Kabinet Pramono Anung di komplek Istana Kepresidenan kemarin.

(Baca: Istana Isyaratkan Jokowi Siap Kerja Sama dengan Anies-Sandi)

Pramono mengatakan sudah menjadi karakter Jokowi untuk bekerja sama dengan siapa saja. Bahkan, dia mencontohkan ada menteri yang dulunya tidak mendukung, Jokowi namun tetap dapat bekerja sama dengan baik ketika masuk kabinet. Siapa pun yang akan menjadi kepala daerah, pemerintah pusat akan tetap menjalin kerja sama dengan baik.

"Jadi memang seperti ini tipe Presiden kita," kata Pramono. "Tentunya baik Presiden, Wapres, maupun pemerintah (pusat) dapat berkerja sama dengan baik (dengan gubernur terpilih)."

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah merampungkan proses penghitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua, pada Kamis (20/4) malam. Penghitungan suara tersebut berdasarkan data real count formulir C1 di seluruh 13.034 tempat pemungutan suara (TPS).

(Baca: Hitungan Final KPU: Anies 57,95 Persen, Ahok 42,05 Persen Suara)

Hasilnya, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dipilih oleh 3,24 juta warga Jakarta atau 57,95 persen dari total suara pemilih yang sah. Sedangkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menghimpun 2,35 juta suara warga atau 42,05 persen.