Pertumbuhan ekonomi semester I diperkirakan hanya 5,05 persen.
Pelabuhan ekspor
Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Arief Kamaludin | Katadata

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi bakal lebih tinggi pada semester II tahun ini seiring dengan perbaikan kinerja ekspor. Ekonomi diramal tumbuh 5,3 persen atau lebih tinggi dibanding semester I lalu.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, perdagangan dunia kemungkinan bakal semakin baik sebab ekonomi dunia juga diproyeksi naik dari 3,4 persen menjadi 3,5 persen tahun ini.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

“Pertumbuhan ekspor kami perkirakan lebih tinggi dibanding (pencapaian ekspor) 2016,” kata Mirza saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/7). Tahun lalu, peran ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi tercatat turun 1,74 persen. (Baca juga: Saingi Malaysia, Pemerintah Promosikan Produk Sawit ke Jepang)

Menurut Mirza, pertumbuhan ekonomi juga disokong oleh kenaikan investasi. Selama ini, pertumbuhan investasi hanya ditopang oleh pemerintah dalam bentuk pembangunan infrastruktur sehingga perbaikan hanya terjadi dari sisi investasi bangunan. Namun BI melihat sudah ada peningkatan investasi non bangunan. Ini artinya investasi bisnis pun membaik.

Namun, menurut kajian BI, pertumbuhan investasi non bangunan masih rentan. Sebab, konsumsi rumah tangga sepanjang Ramadan dan Idul Fitri belum sesuai harapan.  

 

2016

2017

2017

Proyeksi Pemerintah 2017

Fullyear

Q1

APBN

RAPBN-P

Konsumsi Rumah Tangga

5,01

4,93

5*

5,1*

LNPRT

6,62

8,02

Konsumsi Pemerintah

-0,15

2,71

4,8

4,6

PMTB

4,48

4,81

6

5,4

a. Investasi Bangunan

5,18

5,9

-

-

b. Investasi Non Bangunan

2,45

1,55

-

-

Ekspor

-1,74

8,04

0,1

4,8

Impor

-2,27

5,02

0,2

3,9

PDB

5,02

5,01

5,1

5,2

Proyeksi Konsumsi Rumah Tangga dan LNPRT

Sumber: Data Kementerian Keuangan dan BI (diolah)

Adapun untuk kuartal II lalu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,1 persen, lebih baik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,01 persen. Jika perkiraan tersebut benar, maka pertumbuhan ekonomi semester I berkisar 5,05 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi di kuartal II terutama disokong oleh peningkatan konsumsi masyarakat sepanjang Ramadan dan Idul Fitri, serta peningkatan kinerja ekspor. (Baca juga: Survei BI: Penjualan Retail Diprediksi Makin Lesu Setelah Lebaran)

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal II yang sebesar 5,1 persen lebih rendah dari perkiraan awal yaitu 5,2 persen. Penyebabnya, pertumbuhan investasi non bangunan tidak sekuat yang diperkirakan semula.

Artikel Terkait
Besaran uang muka properti di Indonesia tergolong rendah dibandingkan negara lainnya.
BI mencermati risiko global berupa pengetatan kebijakan moneter di negara maju dan risiko domestik yaitu pertumbuhan kredit yang melemah.
Pertumbuhan ekonomi diprediksi membaik tahun depan, meski kemungkinan tak akan setinggi target pemerintah yaitu 5,4%.