Kronologi Lengkap Kematian Diplomat Arya Daru Versi Polisi

Ade Rosman
30 Juli 2025, 12:13
diplomat, polisi, adp
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya (kiri) menunjukkan barang bukti saat konferensi pers pengungkapan kasus penemuan mayat pegawai negeri sipil Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan (ADP) di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polda Metro Jaya telah menyelesaikan penyelidikan kasus meninggalnya diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan (39) yang ditemukan tak bernyawa di kamar kos dalam kondisi wajah terbalut plastik dan terlilit lakban pada Selasa (8/7) pagi.

Jenazah Arya pertama kali ditemukan oleh penjaga kos yang berlokasi di daerah Gondangdia, Jakarta Pusat. Polisi mengatakan, sehari sebelum ditemukan tak bernyawa, Arya beraktivitas seperti biasa. Hal ini berdasarkan pemeriksaan CCTV di 20 titik oleh polisi.

Polisi mengatkaan, pada Senin (7/7), Arya berangkat kerja pukul 07.03 WIB dan tiba di kantor Kementerian Luar Negeri sekitar pukul 07.20 WIB.

Setelah bekerja, Arya lalu pergi ke mal Grand Indonesia. Keberadaannya di Grand Indonesia terpantau sekitar pukul 17.52 WIB. Ia berada di sana bersama dua orang, yakni pria berinisial D dan wanita berinisial V.

Setelah beberapa jam berada di mal Grand Indonesia, Arya terpantau menunggu taksi sekitar 21.18 WIB. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan, semula Arya akan menuju bandara dengan taksi itu, namun dalam jarak 200–300 meter, tujuannya berubah jadi ke Gedung Kemlu.

Arya pun tiba di gedung Kemlu sekitar pukul 21.39 WIB. Ia kemudian menuju rooftop di lantai 12 dengan membawa dua buah tas yakni tas gendong dan tas belanja. Wira mengatakan, di lokasi itu, Arya terlihat dua kali mencoba untuk melompat, namun urung dilakukan.

Arya berada di gedung Kemenlu hingga pukul 23.09 WIB, artinya sekitar 1 jam 26 menit. Ia pun meninggalkan lokasi namun dua tas yang dibawanya tak terlihat lagi dari rekaman CCTV.

Setelah itu, Arya lalu menuju indekosnya dan tak ada keterangan lanjutan mengenai kejadian setelahnya. Namun, pagi harinya Arya ditemukan tak bernyawa. Polda Metro Jaya lalu mengumumkan kematian Arya bukan perkara pidana dan tak melibatkan orang lain. 

"Indikator dari kematian ADP mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain. Kami belum menemukan adanya peristiwa pidana terhadap korban," kata Wira.

Kesimpulan ini berdasarkan hasil penyelidikan berbagai ahli, di antaranya ahli forensik dan psikolog forensik. Hasil autopsi oleh tim forensik RSCM menunjukkan ADP meninggal karena mati lemas akibat gangguan pertukaran oksigen di saluran napas bagian atas.

Polisi juga mengatakan kematian diplomat tersebut tanpa ada indikasi kekerasan.  Pusat Identifikasi (Pusident) Mabes Polri menemukan hanya ada sidik jari ADP di lakban kuning yang melilit wajahnya. 

"Hasil dari tim identifikasi terkait sidik jari bahwa di lakban yang diperoleh yaitu sidik jari dari saudara ADP," kata Perwakilan Pusident Bareskrim Polri, Aipda Sigit Kusdiyanto.

Polisi telah memeriksa 24 saksi dari berasal dari keluarga korban, orang-orang di lingkungan tempat tinggal korban, serta rekan kerja korban. Polisi juga mengumpulkan 103 barang bukti yang dikumpulkan dari kantor korban dan tempat kos.

"Keterangan dari saksi dan barang bukti, polisi melakukan koordinasi bersama para ahli melakukan penyelidikan berbasis ilmiah untuk mengungkapkan kematian," kata Arya.

Semasa hidupnya, Arya Daru dikenal aktif di bidang perlindungan dan pemulangan warga negara Indonesia. Ia juga terlibat dalam upaya evakuasi WNI, termasuk anak-anak yang terlantar di luar negeri, serta pemulangan dari negara-negara seperti Turki dan Iran. Selain itu, Arya juga pernah menjadi saksi TPPO di Jepang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...