Dukungan terhadap Novel dan KPK mengalir dari berbagai penjuru. Di lini massa media sosial, hestek #KamiNovel dan #SaveKPK beredar luas.
8
Kasus Novel Baswedan
Foto ke 1 dari 8
Sisa cairan diduga air keras yang disiramkan ke wajah penyidik KPK, Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali mendapat teror. Wajahnya disiram air keras saat berjalan pulang usai Salat Subuh di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4). Insiden ini langsung menyedot perhatian masyarakat luas hingga Presiden Joko Widodo. Seruan "Save KPK" dan "Lawan Korupsi" kembali terdengar.

Presiden mengutuk keras aksi kekerasan tersebut karena merupakan aksi brutal. Karena itu, dia meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengusut tuntas kasus tersebut. "Saya kutuk keras dan saya perintahkan Kapolri agar dicari siapa (pelakunya)," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4).

Dukungan terhadap Novel dan KPK mengalir dari berbagai penjuru. Di lini massa media sosial, hestek #KamiNovel dan #SaveKPK beredar luas. Sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat turut mengutuk keras insiden tersebut, sembari menjenguk Novel di rumah sakit atau menyebarkan pernyataan sikapnya. 

Novel kerap menangani kasus-kasus besar korupsi, antara lain kasus korupsi wisma atlit Hambalang dan kasus korupsi simulator surat izin mengemudi (SIM) yang menyeret petinggi kepolisian. Alhasil, dia kerap menerima teror. Yang terbaru, Novel tengah menangani kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dengan nilai kerugian negara terbesar hingga Rp 2,3 triliun.

Artikel Terkait
Novel Baswedan akan mengungkap sosok jenderal jika permintaan agar pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dikabulkan.