Riset University of California, Santa Barbara (UCSB) dan Balitbang Kelautan dan Perikanan menghasilkan opsi kebijakan untuk mendorong perikanan berkelanjutan.

Indonesia merupakan produsen utama perikanan dunia. Beberapa komoditas seperti tuna, kakap, dan rajungan bahkan paling banyak diambil dari laut Nusantara. Dengan tren ekspor yang terus menanjak, upaya pemulihan lingkungan penting dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.

Riset University of California, Santa Barbara (UCSB) dan Balitbang Kelautan dan Perikanan menghasilkan opsi kebijakan untuk mendorong perikanan berkelanjutan. Demi meningkatkan produktivitas, skema ini menekankan pentingnya reformasi pengelolaan perikanan seperti moratorium perikanan tangkap hingga pemulihan ekosistem. Disebutkan bahwa investasi dan reformasi harus dilakukan secara bersamaan untuk mencegah hilangnya profit jangka pendek akibat moratorium sekaligus menjaga biomassa ikan di masa depan.

Dari riset tersebut, KKP mendapat rekomendasi untuk melanjutkan reformasi kebijakan perikanan. Kebijakan itu akan memberi manfaat bagi ekosistem dan keuntungan bagi masyarakat. Langkah ini juga sesuai dengan prinsip perikanan bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Jeany Hartriani
Artikel Terkait
Laporan kepada PBB akan menambah pulau terdaftar yang sebelumnya berjumlah 13.466 pulau menjadi 16.056 pulau.