Dalam rentang 2012 hingga Agustus 2017, investasi startup melonjak 68 kali lipat. Dari hanya US$ 44 juta menjadi US$ 3 miliar.

Perusahaan digital rintisan (startup) Indonesia menjadi incaran perusahaan modal ventura (venture capital) dunia. Riset Google dan AT Kearney menyebutkan nilai investasi startup selama periode Januari-Agustus 2017 mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 40 triliun. Sebagian besar investasi berasal dari perusahaan asal Tiongkok.

(Baca juga:  Modal Ventura Lokal Angkat Tangan Danai Startup Dalam Negeri)

Salah satu investor yang paling rajin memberikan modalnya adalah Alibaba Group. Raksasa e-commerce yang didirikan Jack Ma itu berinvestasi di Tokopedia sebesar US$ 1,1 miliar atau setara Rp 14 triliun. Tak mau kalah, Tencent juga mulai getol memberikan suntikan dana ke GoJek. Kompetitor Alibaba itu menggelontorkan dana sebesar US$ 1,2 miliar atau setara Rp 16 triliun.

(Baca juga: Tambah Investasi Rp 13 Triliun, Alibaba Borong Saham Lazada)

Perusahaan lain yang juga aktif berinvestasi di Indonesia adalah JD.com. Perusahaan e-commerce Tiongkok ini turut dalam kelompok investor bersama Expedia, East Ventures Hillhouse Capital Group, dan Sequouia Capital dalam putaran pendanaan di Traveloka sebesar US$ 500 juta.

Dalam rentang 2012 hingga Agustus 2017, investasi startup melonjak 68 kali lipat. Dari hanya US$ 44 juta pada 2012, naik menjadi US$ 1,4 miliar pada 2016, dan pada Agustus 2017 telah mencapai US$ 3 miliar.

(Baca juga: Menanti Petuah Jack Ma untuk Indonesia)

Berdasarkan riset Google dan AT Kearney terhadap 25 venture capital, startup digital Indonesia dipandang memiliki potensi yang menjanjikan. Diperkirakan sebanyak 80 persen investor asing dan 57 persen investor domestik berencana memperbesar nilai investasi hingga di atas 10 persen untuk startup Indonesia. 

Artikel Terkait
Selama prosedur pengurusan izin berjalan, baik Tokopedia maupun Grab masih harus membekukan sementara layanan isi ulang Tokocash dan GrabPay credits.