Sebaran Cadangan dan Eksplorasi Migas Indonesia

Image title
Oleh Widyanita
20 Juni 2016, 19:54

Cadangan minyak dan gas (migas) di Indonesia cenderung menurun sejak 2011. Wilayah dengan cadangan minyak terbesar, Sumatera bagian tengah mengalami penyusutan lebih dari 700 juta barel, menjadi 3,1 miliar barel di 2015. Sedangkan Natuna, wilayah dengan cadangan gas terbesar, mengalami penyusutan ke level 50 TSCF pada 2015.

Kegiatan eksplorasi yang menurun berdampak pada terus berkurangnya cadangan migas. Minimnya eksplorasi terlihat pada penurunan jumlah pengeboran sumur eksplorasi. Pada 2015, dari 52 sumur, hanya menghasilkan 15 temuan cadangan baru. Padahal pada 2014 terdapat 25 temuan simpanan migas dari 83 sumur.

(Baca: Produksi Migas Merosot dalam Satu Bulan Terakhir)

Manager of Upstream Oil and Gas for South-eastern Asia for Woodmac, Andrew Harwood, yang dilansir bisnis.com memprediksi cadangan minyak Indonesia akan habis dalam kurun waktu 8 tahun dan gas pada 10 tahun yang akan datang. Untuk mengatasi minimnya penemuan sumur migas, pemerintah akan memberikan insentif kepada kontraktor demi memacu kegiatan eksplorasi.

Menurut Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Wiratmaja Puja, pemerintah menggodok beberapa insentif seperti perpanjangan masa eksplorasi dari enam menjadi 10 tahun. Insentif lain berupa penghapusan seluruh pajak selama masa eksplorasi. Sistem bagi hasil dalam kontrak pengeolaan blok migas dan penggantian biaya operasi dari basis Plan of Development menjadi country basis juga menjadi stimulus.

(Baca: Kinerja Kontraktor Membaik, Lifting Minyak Telah Lewati Target)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.