Kumpulan Puisi Cinta Tulus untuk Orang Terkasih

Berikut ini kumpulan puisi cinta tulus untuk mengekspresikan perasaan kepada orang terkasih.
Image title
30 November 2022, 13:18
Puisi Cinta Tulus
Freepik
Ilustrasi, pasangan.

Dikutip dari  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik, dan bait.  Bisa dibilang, puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berisi rangkaian kata yang memiliki makna serta saling terhubung antara satu dan yang lainnya. 

Puisi seringkali dijadikan media untuk mengekspresikan perasaan, baik sedih, senang, atau rindu. Puisi bahkan seringkali digunakan untuk mengekspresikan perasan cinta yang tulus kepada orang terkasih.

Puisi Cinta Tulus

Berikut ini kumpulan puisi cinta tulus untuk mengekspresikan perasaan kepada orang terkasih. 

1. Menemaniku

Dikutip dari buku Ranjau Milik Eros, Brenda Prima (2020: 9)

 

Aku tak butuh kue-kue manis

Untuk mengenyangkanku

Aku tak butuh lagu indah

Untuk menenangkanku

Aku tak butuh pohon Natal yang indah

Untuk diabadikan bersamaku

Aku tak butuh banyak orang

Untuk menemaniku

Aku tak butuh suaraku

Untuk mengeluarkan semua yang mengganjal

Di hati ini

Karena kamu hadir di sisi

Setia menemaniku

2. Nada Cinta

Dikutip dari buku Ranjau Milik Eros, Brenda Prima (2020: 11)

 

Ingin kuciptakan suatu rangkaian

Melodi cinta yang tulus sederhana

Dan kulantunkan di dalam hatimu

Layaknya tangan tanpa jari

Tak ' kan bisa menjaga diri

 

Begitulah diriku tanpamu

Tak' kan mampu

Menghadapi dunia yang kejam ini

Bolehkah kulantunkan nada sederhana ini?

Hanya bagi dirimu satu

Tulus dari lubuk hatiku

3. Aku Ingin

 Karya Sapardi Djoko Damono:

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

4. Hanya

 karya Sapardi Djoko Damono:

 

Hanya suara burung yang kau dengar

dan tak pernah kau lihat burung itu

tapi tahu burung itu ada di sana

 

Hanya desir angin yang kau rasa

dan tak pernah kau lihat angin itu

tapi percaya angin itu di sekitarmu

 

Hanya doaku yang bergetar malam ini

dan tak pernah kau lihat siapa aku

tapi yakin aku ada dalam dirimu

5. Aku Ada

Karya Dewi Lestari:

 

Memanggil namamu ke ujung dunia

Tiada yang lebih pilu

Tiada yang menjawabku selain hatiku

 

Dan ombak berderu

Di pantai ini kau selalu sendiri

Tak ada jejakku di sisimu

Namun saat kutiba

Suaraku memanggilmu akulah lautan

 

Ke mana kau s’lalu pulang

Jingga di bahuku

Malam di depanku

Dan bulan siaga sinari langkahku

 

Ku Terus berjalan

Ku Terus melangkah

Kuingin ku tahu engkau ada

 

Memandangimu saat senja

Berjalan di batas dua dunia

Tiada yang lebih indah

Tiada yang lebih rindu

Selain hatiku

 

Andai engkau tahu

Di pantai itu kau tampak sendiri

Tak ada jejakku di sisimu

 

Namun saat kau rasa

Pasir yang kau pijak pergi akulah lautan

Memeluk pantaimu erat

Jingga di bahumu

 

Malam di depanmu

Dan bulan siaga sinari langkahmu

Teruslah berjalan

Teruslah melangkah

Kutahu kau tahu aku ada

6. Pantai Cinta

Karya Ainie Putri Syarifah:

 

Ini pantai cinta

Saksi bisu asmara

Kisah kita berdua

Ikrarkan akad setia

 

Hamparan pasir putih menggoda

Berhiaskan pelangi mengecup semesta

Butiran kasih menggenggam rasa

 

Usia kita muda

Puncak asa bergelora

Dunia milik berdua

Problema seakan sirna

 

Putih biru cinta pertama

Kembang gula serta bunga

Bukti hati telah terpesona

7. Aku, Cinta, dan Dirimu

Karya Ruhama, 

 

Ada kata yang tak bisa kuucapkan, meski hati ingin sekali melakukannya

Ada rasa yang tidak bisa kusampaikan

Meski debaran itu selalu bergelora di dada ingin disampaikan

 

Kata itu adalah “Aku selalu rindu saat-saat bersamamu”

Rasa itu adalah “Aku nyaman bersamamu”

 

Ingin sekali aku mengatakan semua itu

Tapi setiap bertemu denganmu, entah mengapa lidahku terasa kelu

 

Aku adalah bahu, yang selalu siap menerima rebahan kepalamu

Aku adalah pelukan, tempatmu mendapatkan rasa nyaman dari penat hatimu

Aku adalah sayapmu

 

Ketika kau ingin pergi menjauh dari semua beban yang menghampirimu

Aku adalah cinta yang tak kau sadari

 

Melupakanmu, aku tak ingin

Namun untuk selalu mengingatmu, aku juga enggan

Ketika kutanya hatiku, “Apakah ingin kembali ke hatimu?”

Hatiku menjawab “Ya”

8. Lukisan Khayalan

Sewaktu kugoreskan pensil diatas kertas putih,

kulukiskan eloknya parasmu,

sembari kuputar lagu bertajuk cinta ,

membikin keadaan romantis terwujud,

 

Kamarku yang sempit berserakan,

seakan jadi restaurant berkualitas,

sinar lampu yang terperinci ,

berubah jadi 1 lilin ditengah-tengah meja makan,

 

Lukisan parasmu kubayangkan ialah diri kamu,

seperti kita lagi duduk berhadap-hadapan pada 1 meja,

aku memandang eloknya parasmu,

dan kamu menatap ke bawah alasannya tersipu aib,

 

Aku dan kamu takut buat mulai pembicaraan,

maka kondisi jadi membisu tanpa ada nada,

hanya ada alunan musik yang merdu,

berikut ini fantasi waktu saya melukis eloknya parasmu

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait