Pemerintah Melihat Warga Kurang Disiplin untuk Jaga Jarak saat CFD

Tingkat kedisiplinan masyarakat yang masih kurang ini terpantau dari penyelenggaraan car free day (CFD) di Jakarta yang terlihat masih ada kerumunan orang.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
21 Juni 2020, 16:57
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 menilai, kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak masih kurang.
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 menilai, kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak masih kurang.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau Covid-19 Achmad Yurianto menilai, tingkat kedisiplinan masyarakat masih tergolong rendah dalam menghadapi pandemi corona.

Hal ini ia ungkapkan dari hasil pemantauannya terhadap penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) yang digelar di Jakarta, Minggu (21/6).

Dari pemantauannya, ia menilai masih banyak masyarakat yang belum menerapkan protokol kesehatan dengan baik ketika berolahraga saat CFD. Sebab, ia masih melihat ada kerumunan ketika CFD berlangsung, padahal hal ini berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19.

"Masih kami lihat beberapa masyarakat lupa bahwa physical distancing penting," ujar Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (21/6).

Tak hanya di CFD Jakarta, Yurianto menilai penerapan jaga jarak juga masih belum teratur di beberapa bandara yang akan melaksanakan penerbangan ke Pulau Jawa pada hari ini. Yurianto mencontohkan hal tersebut terlihat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Menurutnya, meski sebagian besar masyarakat sudah menggunakan masker, namun banyak yang belum tertib menjaga physical distancing di bandara.

Berbagai persoalan tersebut, ia katakan, akan menjadi dasar evaluasi bagi pemerintah. Sebab, penjagaan jarak menjadi hal yang penting dalam pencegahan penyebaran virus corona. Apalagi, pemerintah ingin menerapkan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi corona.

(Baca: Ada Tambahan 862 Kasus, Total Positif Covid-19 RI Capai 45.891 Orang)

"Ini jadi prasyarat mutlak manakala kita akan laksanakan adaptasi kebiasaan yang baru, untuk kembali kepada tingkat produktivitas kita," kata dia.

Meski demikian, Yurianto menekankan, bahwa masalah ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen. Masyarakat sebagai komponen paling penting, diharapkan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD), Minggu (21/6). Kegiatan ini digelar mulai pukul 06.00-10.00 WIB.

Adapun, kegiatan tersebut dilakukan di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, dengan batas di Bundaran Patung Kuda atau Patung Arjuna.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, CFD digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya itu, Dishub DKI juga memisahkan lajur jalan untuk pesepeda, lari, dan jalan kaki.

"Kami membuat lajur terpisah agar tidak terjadi kerumunan yang berisiko terjadi penularan COVID-19,” ujar Syafrin, dalam siaran pers Pengelola Informasi Dan Dokumentasi (PPID) Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (20/6).

Syafrin mengatakan, pihaknya bersama personel Satpol PP DKI, Polri, dan TNI dikerahkan di sepanjang area CFD. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang mengikuti CFD tetap menerapkan protokol kesehatan.

(Baca: Masuk Era Normal Baru, Jakarta Kembali Gelar Hari Bebas Kendaraan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait