Lebih 100 Negara Berlomba Minta Pinjaman Darurat Pandemi Corona ke IMF

IMF menyebut separuh dari total negara di dunia telah meminta bantuan pinjaman darurat untuk mengatasi krisis finansial pandemi virus corona.
Image title
16 April 2020, 17:36
IMF, pinjaman IMF, pandemi virus corona, virus corona, covid-19
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. IMF saat ini memiliki kapasitas pinjaman sebesar US$ 1 triliun untuk membantu negara-negara anggota yang kesulitan akibat pandemi corona.

Dana Moneter Internasional atau IMF menyebut separuh dari total negara di dunia telah meminta bantuan pinjaman darurat untuk mengatasi krisis finansial pandemi virus corona.

"Lebih dari 100 negara telah meminta bantuan pinjaman darurat," ujar Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam pertemuan dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara G20 pada Rabu waktu setempat, dikutip dari CNN.

Dia menjelaskan IMF saat ini memiliki kapasitas pinjaman sebesar US$ 1 triliun. Sejauh ini, sudah ada 10 negara yang telah pinjaman darurat. Sementara negara-negara lain yang sudah mengajukan akan menerima pinjaman tersebut pada akhir April.

(Baca: Resesi Ekonomi, Ancaman di Tengah Pandemi)

Advertisement

IMF mengingatkan pemerintah berbagai negara untuk melaksanakan semua langkah kebijakan yang bisa ditempuh untuk meredam dampak pandemi corona dan meendorong bank sentral menggelontorkan uang sebanyak mungkin.

"Tapi simpan kwitansinya. Kami tidak ingin akuntabilitas dan transparansi berada di belakang dalam menghadapi krisis ini," ujar Georgieva dalam wawancara dengan CNBC.

Bos IMF ini juga mengingatkan semua negara untuk memastikan layanan kesehatan berfungsi, membayar dokter dan perawan, dan melindungi orang-orang yang rentan.

(Baca: IMF Ramal Ekonomi RI Tahun Ini Hanya Tumbuh 0,5%, Terendah Sejak 1998)

IMF dalam World Economic Outlook yang dipublikasi pada Selasa (14/4) mengubah proyeksi ekonomi global secara drastis seiring pandemi corona yang menjalar di seluruh dunia. IMF memperkirakan ekonomi global akan negatif 3% pada 2020, penurunan terdalam sejak depresi besar ekonomi pada 1930.

Padahal pada Januari 2020, IMF masih meramal ekonomi global tumbuh 3,3%, hanya lebih rendah 0,1% dari proyeksi sebelumnya meski virus corona sudah merebak di Tiongkok.

IMF juga memperingatkan ada risiko resesi yang meluas hingga 2021 jika para pembuat kebijakan gagal mengkoordinasikan respons global terhadap virus.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait