Kasus Corona di Dunia Tembus 9 Juta, Brasil dalam Situasi Terburuk

Jumlah kasus virus corona di Brasil menembus 1 juta, berada di posisi kedua setelah AS yang mencapai 2,3 juta.
Image title
22 Juni 2020, 07:38
kasus corona, jumlah kasus corona di dunia, covid-19, pandemi corona, brasil corona, kondisi brasil
ANTARA FOTO/REUTERS/Bruno Kelly/pras/dj
Bruno Kelly Penggali kuburan berjalan di pemakaman Parque Taruma, ditengah pandemi virus corona, di Manaus, Brasil, Kamis (11/6). Kematian akibat corona di Brasil mencapai lebih dari 50 ribu orang, menempati posisi kedua terbanyak di dunia setelah AS.

Jumlah kasus virus corona di seluruh dunia menembus 9 juta dengan kematian telah mencapai lebih dari 469 ribu orang. Lonjakan kasus baru terutama masih terjadi di Amerika Serikat, Brasil, dan India.

Mengutip data Worldometers.info, total kasus Covid-19 telah mencapai 9,037 juta di seluruh dunia, sedangkan kasus aktif masih tersisa 3,77 juta. Sebayak 4,8 juta orang berhasil sembuh, sedangkan 469.595 orang meninggal dunia akibat wabah itu.

Amerika Serikat masih menempati jumlah kasus dan kematian tertinggi akibat pandemi itu. Sebanyak 2,355 juta orang AS telah terjangkit Covid-19 dan 122.246 orang tewas.

Peningkatan jumlah kasus di Negeri Paman Sam tersebut juga masih menjadi yang tertinggi. Kemarin, terdapat 25.221 kasus baru virus corona dan 226 kematian baru di negara ekonomi terbesar dunia itu. Namun, 1,25 juta orang telah berhasil sembuh, sehingga total tersisa 978 ribu kasus aktif.

Advertisement

Brasil kini menempati posisi kedua jumlah kasus dan kematian tertinggi. Sebanyak 2,34 juta orang terinfeksi dan 50.659 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Pandemi covid-19 dengan cepat menyebar di negara tersebut dan belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan di tengah langkah pelonggaran jarak sosial dengan mulai membuka kembali restoran, toko, dan bisnis tak penting lainnya.

(Baca: Ancaman Gelombang Kedua Corona Paksa IHSG Turun, Ini Saham Pilihannya)

Dikutip dari CNN, banyak ahli percaya jumlah kasus di negara Amerika Latin tersebut dapat melampaui AS dan menjadi negara paling parah terkena virus itu. Meskipun demikian, Presiden Jair Bolsonaro terus mengecilkan ancaman virus dengan mempertanyakan otoritas medis global dan menuduh lawan yang mencoba mendiskreditkan kepemimpinannya.

Kasus pertama di Brasil dikonfirmasi pada 26 Februari, seorang pria yang terbang kembali dari Italia ke Sao Paulo dengan virus. Namun sebulan kemudian, kasus virus corona di Brasil telah meningkat menjadi hampir 3.000 dan jumlah kematian mencapai 77 orang.

Saat itu Bolsonaro masih membandingkan virus dengan sakit flu ringan dan secara tidak langsung menyatakan bahwa orang Brasil kebal terhadap virus. "Warga Brazil tidak mengalami apa-apa, mereka sudah memiliki antibodi untuk mencegah penyebarannya," kata dia.

Namun, virus mulai menyebar dengan cepat di seluruh negeri.Pada 8 April, Brasil telah mengkonfirmasi lebih dari 15.000 kasus dan 800 kematian. Meskipun ada peringatan dari para pakar kesehatan, gambar-gambar Bolsonaro memeluk para pendukungnya di sebuah toko roti lokal di Brasilia dan berpose tanpa masker muncul keesokan harinya.

Awal bulan ini, WHO menyerukan kepada negara-negara untuk mendorong masyarakat menggunakan masker kain di area publik untuk mencegah penyebaran virus.Pedoman WHO yang diperbarui merekomendasikan masker untuk digunakan sebagai bagian dari "paket komprehensif" untuk membantu mengekang penyebaran Covid-19, yang mencakup jarak fisik, cuci tangan yang sering, orang yang sakit isolasi sendiri di rumah, dugaan kasus dites, dan kontak mereka dilacak.

(Baca: Brasil Umumkan 21.704 Kasus Baru Covid-19 dalam 24 Jam)

Bolsonaro mengancam akan menarik Brasil dari WHO pada malam yang sama dan menuduh organisasi itu "bias ideologis."

"Amerika Serikat meninggalkan WHO. Kami juga mempertimbangkan itu. Entah organisasi itu bekerja tanpa bias ideologis, atau kami juga meninggalkannya. Kita tidak perlu orang asing berbicara dalam kesehatan kita di sini," kata dia.

Brasil pun diprediksi dapat menyusul AS dan menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi karena virus corona pada 1 Agustus, menurut model pelacakan oleh University of Washington. Model itu juga memperkirakan kematian akan lebih dari dua kali lipat menjadi 100 ribu dalam waktu kurang dari sebulan.

"Saya pikir kami akan melewati Amerika Serikat. Saya pikir kami akan menjadi korban utama Covid-19 dan ini terkait langsung dengan kenyataan bahwa kami tidak memiliki rencana nasional," kata Miguel Lago, seorang dosen di Universitas Columbia dan direktur eksekutif Institut Studi Kebijakan Kesehatan Brasil.

(Baca: Wilayah Zona Merah Covid-19 Jawa Timur Menyusut Menjadi 7 Daerah)

Lonjakan kasus baru juga masih terjadi di India mencapai 15.183 pada kemarin dengan total kasus kini mencapai 426.910 dan menempati urutan keempat. Kematian akibat Covid-19 di negara Bollywod ini mencapai 13.703 orang.

Di Inggris, kematian akibat corona mencapai 42.632 orang atau berada di posisi ketiga tertinggi setelah AS dan Brasil. Jumlah kasus di negara tersebut mencapai 304.331.

Sementara Indonesia menempati posisi ke-29 dengan jumlah kasus mencapai 45.981. Jumlah kasus pada Minggu (21/6) bertambah 862. Sebanyak 2.465 orang meninggal dunia di dalam negeri akibat pandemi tersebut. Detail perkembangan kasus dapat dilihat dalam databoks di bawah ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait