Susul Singapura, Ekonomi Korsel Juga Masuk ke Jurang Resesi

Korea Selatan mencatatkan ekonomi kuartal II negatif 3,3% dibanding kuartal I 2020 atau 2,9% dibanding periode sama tahun lalu.
Image title
23 Juli 2020, 14:10
korea selatan, resesi ekonomi, korsel resesi, pandemi corona
ANTARA FOTO/REUTERS/ Kim Min-Hee/Pool /AWW/dj
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Korsel mencatatkan kontraksi ekonomi sebesar 3,3% pada kuartal II 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Korea Selatan menyusul Singapura terjatuh ke dalam jurang resesi ekonomi. Produk Domestik Bruto Negeri Gingseng terkontraksi 3,3% pada kuartal kedua jika dibandingkan dengan kuartal I 2020 atau 2,9% dibanding periode sama tahun lalu. 

Dikutip dari Kantor Berita Yonhap, kontraksi ekonomi pada kuartal II secara kuartalan ini merupakan yang terdalam sejak krisis keuangan Asia 1998. Ekonomi Korsel pada kuartal pertama 1998 terkontraksi hingga 6,8%.

Pada kuartal pertama tahun ini, ekonomi Korsel turun 1,3% dibanding kuartal terakhir tahun lalu, tetapi tumbuh 1,4% dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Bank of Korea sebelumnya memperkirakan ekonomi Korsel turun 2% pada kuartal kedua dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara ekonomi sepanjang tahun ini diperkirakan terkontraksi 0,2%. 

 Namun, Gubernur BOK Lee Ju-yeol pekan lalu mengatakan ekonomi Korea Selatan kemungkinan akan mengalami pukulan yang lebih berat dari perkiraan sebelumnya tahun ini karena pandemi Covid-19.

"Ketika kami menawarkan proyeksi pertumbuhan pada bulan Mei, kami memperkirakan pandemi Covid-19 akan mulai melambat pada paruh kedua tahun ini, tetapi sekarang kami berada di minggu kedua bulan Juli, dan penyebaran penyakit ini agak meningkat," katanya pada konferensi pers Kamis lalu.

Pemulihan ekspor juga kemugkinan masih akan tertunda dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.  Ekspor Korea Selatan merosot 13,6 persen satu tahun di kuartal kedua, menandai perubahan haluan dari kenaikan 5,6 persen satu tahun dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Konsumsi domestik juga terus melemah di kuartal kedua, tergelincir 4,1 persen satu tahun, yang menandai sedikit peningkatan dari 4,8 persen kontraksi satu tahun di kuartal pertama. Namun, pengeluaran pemerintah membantu menjaga ekonomi  tetap bertahan, tumbuh 6 persen dari tahun sebelumnya pada kuartal kedua.

Sebelumnya, Singapura juga mencatatkan ekonomi pada kuartal II secara teknis memasuki fase resesi. PDB pada April-Juni 2020 terkontraksi 41,2% dibanding tiga bulan pertama tahun ini atau 12,6% dibandingkan periode yng sama tahun lalu. 

 

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait