Dalam skenario terburuk IMF terkait dampak perang Iran-AS, ekonomi dunia berada diambang resesi dengan asumsi rata-rata harga minyak mencapai US$ 110 per barel.
Eskalasi konflik Timur Tengah mulai menekan prospek ekonomi Indonesia lewat lonjakan harga energi. Risiko inflasi meningkat, sedangkan pemerintah dituntut menjaga stabilitas dan ketahanan energi.
Laporan Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) 2026 menunjukkan, enam dari sepuluh responden dalam riset terbaru pernah mengalami situasi ‘Besar Pasak daripada Tiang’.
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai dapat menjadi alat utama untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5%.
Akademisi menilai orientasi kebijakan pemerintah yang terlalu menekankan pada pertumbuhan ekonomi telah mendorong negara untuk mengandalkan pembiayaan berbasis utang.
Menkeu Purbaya mengkritik keras Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7%, menyebutnya terlalu pesimistis dan dapat picu sentimen negatif pasar.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai proyeksi Bank Dunia yang memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam batas wajar di tengah kondisi geopolitik global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 4,7% sebagai dosa besar karena memberikan sentimen negatif.
Menko Airlangga mengungkapkan nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan US$ 99 miliar tahun lalu. Ia menyampaikan bahwa digitalisasi dan AI sabagai mesin pertumbuhan baru.
Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Prabowo dikritik, namun Presiden yakin dapat ciptakan belasan juta lapangan kerja dan pacu pertumbuhan ekonomi 8% meski IMF proyeksikan lebih rendah.