Pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I-2026 tak sejalan dengan realita hidup Generasi Sandwich yang menanggung beban ekonomi lintas generasi di tengah kenaikan biaya hidup.
IBC menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61% secara tahunan belum dijadikan indikator bahwa daya beli masyarakat mulai kuat.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% di kuartal I-2026, tertinggi dalam 13 tahun, didorong oleh ketahanan APBN di tengah ketidakpastian global yang berat.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,61% (yoy) pada kuartal I 2026, tertinggi dalam satu dekade, didorong kebijakan fiskal, program sosial, dan investasi.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6% secara tahunan pada kuartal I 2026, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Namun, angka ini dinilai tak dirasakan oleh masyarakat luas.
Purbaya memastikan tak ada kenaikan dan pajak baru hingga daya beli masyarakat benar-benar membaik yang ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6%.
Indef memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 melambat menjadi 5,1% seiring berakhirnya momentum Ramadan dan penyaluran kredit yang masih seret.