AS Makin Persulit Huawei untuk Memperoleh Teknologi Chip

Pemerintah AS mengambil tindakan baru untuk mempersulit Huawei memperoleh akses teknologi chip.
Image title
18 Agustus 2020, 08:04
huawei, amerika serikat, tiongkok, hubungan as-tiongkok, perang dagang
123RF.com
Ilustrasi. AS menuduh Huawei membocorkan data para penggunanya di Amerika dan berfungsi sebagai mata-mata Tiongkok,

Pemerintah Amerika Serikat pada Senin (17/8) mengumumkan bakal memperketat pembatasan pada Huawei Technologies Co untuk mencegah raksasa teknologi ini memperoleh chip yang tersedia secara komersial

Dikutip dari Reuters, tindakan Departemen Perdagangan AS memperluas pembatasan yang diumumkan pada Mei bertujuan mencegah raksasa telekomunikasi asal Tiongkok ini memperoleh semi konduktor tanpa lisensi khusus, termasuk chip yang dibuat oleh perusahaan asing yang telah dikembangkan atau diproduksi dengan perangkat lunak atau teknologi AS.

Pemerintah AS juga menambahkan 38 afiliasi Huawei di 21 negara ke daftar hitam ekonomi pemerintah AS, meningkatkan total menjadi 152 afiliasi.

Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan kepada Fox Business bahwa pembatasan chip rancangan Huawei yang diberlakukan pada Mei membuat perusahaan tersebut melakukan beberapa tindakan, antara lain melalui pihak ketiga. "Aturan baru memperjelas bahwa setiap penggunaan perangkat lunak Amerika atau peralatan fabrikasi Amerika dilarang dan memerlukan lisensi," katanya.

Advertisement

 Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah cuitan di akun Twitter mengatakan bahwa pemerintah AS memberikan pukulan langsung kepada Huawei dan Partai Komunis China yang represif dengan lebih membatasi kemampuan Huawei untuk memperoleh teknologi AS. Huawei dianggap membahayakan integritas jaringan dunia dan informasi pribadi orang Amerika. Namun, Huawei tidak berkomentar.

Dengan hubungan AS-China yang paling buruk dalam beberapa dekade, Washington mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk menekan Huawei dengan alasan perusahaan teknologi itu menyerahkan data kepada pemerintah Tiongkok untuk dimata-matai. Huawei membantahnya memata-matai negara lain.

Dalam penampilannya di Fox pada hari Senin, Presiden Donald Trump menuduh Huawei, tanpa bukti, memata-matai orang Amerika. "Kami tidak ingin peralatan mereka di Amerika Serikat karena mereka memata-matai kami," kata Trump.

Departemen Perdagangan AS menyebut akan segera mengambil tindakan baru dan segera efektif, mencegah upaya Huawei untuk menghindari kontrol ekspor AS.

Asosiasi Industri Semikonduktor mengatakan bahwa pembatasan luas pada penjualan chip komersial ini akan membawa gangguan yang signifikan pada industri semi konduktor AS. "Kami terkejut dan prihatin dengan perubahan tiba-tiba pemerintah dari dukungan sebelumnya terhadap pendekatan yang lebih sempit yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan keamanan nasional yang dinyatakan sambil membatasi kerugian pada perusahaan AS," jelas asosiasi tersebut.

Aturan baru yang terpisah mewajibkan perusahaan yang termasuk dalam daftar hitam ekonomi untuk mendapatkan lisensi ketika perusahaan dalam daftar, seperti Huawei, bertindak sebagai pembeli, penerima barang perantara, penerima barang akhir, atau pengguna akhir.

Departemen juga mengonfirmasi tidak akan memperpanjang lisensi umum sementara yang berakhir Jumat untuk pengguna perangkat Huawei dan penyedia telekomunikasi. Para pihak sekarang harus mengajukan permohonan lisensi untuk transaksi yang sebelumnya diizinkan.

Departemen Perdagangan juga mengadopsi otorisasi permanen terbatas bagi entitas Huawei untuk memungkinkanpenelitian keamanan berkelanjutan yang penting untuk menjaga integritas dan keandalan jaringan dan peralatan yang ada.

Huawei kini menjadi pesaing Apple. Sejak kuartal I 2019, raksasa teknologi ini menyalip pangsa pasar perusahaan AS tersebut terlihat dalam databoks di bawah ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait