Harga minyak dunia menguat tipis menyusul ketegangan terbaru antara AS dan Iran di dekat Selat Hormuz, yang memperlambat pengiriman migas meski dianggap sebagai gejolak sementara.
Sebuah kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Sabtu (27/6) waktu setempat, menyiratkan meningkatnya kembali ketegangan antara AS dan Iran di kawasan.
Wall Street ditutup turun dengan Indeks S&P 500 dan Nasdaq anjlok, didorong aksi jual saham teknologi yang dinilai terlalu padat kepemilikannya dan mulai menjalar ke pasar Asia.
Sentimen positif terhadap kurs rupiah datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait peluang kesepakatan dengan Iran yang berpotensi tercapai dalam waktu dekat.
AS melalui USTR berencana mengabulkan 18 permohonan Pengecualian Tarif untuk ekspor Indonesia, yang akan menurunkan biaya dan meningkatkan daya saing di pasar AS.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran menyerang pangkalan udara AS di Kuwait sebagai balasan dan mengancam tindakan lebih tegas jika agresi berlanjut.
Perjanjian dagang baru antara Indonesia dan Amerika Serikat, Agreements on Reciprocal Trade atau ART, menuai kontroversi sebelum resmi berlaku di Indonesia.
Delegasi Iran dikabarkan telah berada di Doha, Qatar, bersiap untuk melakukan kembali bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di negaranya.