Varian Omicron Terus Menyebar, Australia Temukan Dua Kasus

Dua penumpang yang tiba di Sydney dari Afrika Selatan pada Sabtu malam (28/11) telah dites positif varian Omicron.
Image title
28 November 2021, 18:06
sydney, australia, varian omicron
ANTARA FOTO/REUTERS/John Mair
Ilustrasi. Penyebaran varian baru Covid-19 ini terjadi saat banyak negara mulai membatasi perjalanan untuk mencegah penyebarannya.

Varian Omicron baru terus menyebar ke seluruh dunia pada Minggu (28/11), dengan dua kasus terdeteksi di Australia. Penyebaran varian baru Covid-19 ini terjadi saat banyak negara mulai membatasi perjalanan untuk mencegah penyebarannya. 

Pejabat kesehatan di negara bagian terpadat di Australia, New South Wales mengatakan, dua penumpang yang tiba di Sydney dari Afrika selatan pada Sabtu malam telah dites positif untuk varian Omicron dari virus corona.

Mengutip Reuters, kedua orang itu tidak menunjukkan gejala, telah mendapatkan dosis penuh vaksin, dan kini sedang dikarantina. Sebanyak 12 penumpang lainnya dari Afrika selatan juga menjalani karantina hotel selama 14 hari, sementara sekitar 260 penumpang dan awak pesawat lainnya telah diarahkan untuk diisolasi. 

Kasus-kasus Australia adalah indikasi terbaru bahwa varian tersebut mungkin penyebaran virus terbukti sulit untuk ditahan. Varian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan sejak itu terdeteksi di Inggris, Jerman, Italia, Belgia, Botswana, Israel, dan Hong Kong. Austria sedang menyelidiki kasus yang dicurigai pada Minggu (28/11). 

Advertisement

Penemuan Omicron yang kini masuk dalam daftar varian yang harus menjadi perhatian oleh WHO telah memicu kekhawatiran di seluruh dunia. Varian ini dicurigai mampu menembus imunitas orang yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 sehingga dapat memperpanjang pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir dua tahun.

Omicron berpotensi lebih menular daripada varian sebelumnya, meskipun para ahli belum tahu apakah itu akan menyebabkan Covid-19 yang lebih atau kurang parah dibandingkan dengan varian lainnya. 

Pemerintah Inggris menahan penyebaran varian ini dengan membuat aturan pengujian yang lebih ketat terhadap orang yang baru tiba di negara tersebut dan mewajibkan penggunaan masker. Inggirs menemukan dua kasus terkait Omicron yang diidentifikasi pada Sabtu (27/11) terhubung dengan perjalanan ke Afrika selatan.

Negara bagian Bavaria di Jerman juga mengumumkan dua kasus varian baru ini kemarin. Di Italia, Institut Kesehatan Nasional mengatakan kasus varian baru telah terdeteksi di Milan pada seseorang yang berasal dari Mozambik.

Meskipun ahli epidemiologi mengatakan pembatasan perjalanan mungkin sudah terlambat untuk menghentikan peredaran Omicron, banyak negara - termasuk Amerika Serikat, Brasil, Kanada, negara-negara Uni Eropa, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand - telah mengumumkan larangan atau pembatasan perjalanan di Afrika selatan.

Lebih banyak negara memberlakukan pembatasan seperti itu pada hari ini, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

 

Omicron telah muncul ketika banyak negara di Eropa sudah berjuang melawan lonjakan infeksi COVID-19, dengan beberapa memberlakukan kembali pembatasan aktivitas sosial untuk mencoba menghentikan penyebaran.

Varian baru ini juga menyoroti perbedaan besar dalam tingkat vaksinasi di seluruh dunia. Bahkan ketika banyak negara maju memberikan booster dosis ketiga, kurang dari 7% orang di negara berpenghasilan rendah telah menerima suntikan COVID-19 pertama mereka, menurut kelompok medis dan hak asasi manusia.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait