Jepang Akan Tambah Investasi di MRT Jakarta, Ini Rencana Besarnya

Pemerintah Jepang telah berkomitmen untuk menambah pendanaan di proyek MRT Jakarta fase 2 dan mendanai sebagian konstruksi fase 3.
Andi M. Arief
22 Juni 2022, 18:37
MRT, MRT Jakarta, jepang, investasi jepang
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalur MRT Jakarta fase 2A CP201 di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Selasa (24/5). Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar menyatakan pada 15 Mei 2022 progres pembangunan MRT Jakarta fase 2A CP201 sudah mencapai 38,80 persen.

Pemerintah Jepang akan menambah investasi di proyek Angkutan Cepat Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta fase 2 Bundaran HI-Kota. Jepang juga berkomitmen untuk mendanai sebagian konstruksi MRT fase 3 Cikarang-Balaraja. 

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pemerintah Jepang telah menyampaikan komitmen percepatan pelaksanaan konstruksi MRT tahap 3 dan tahap 4 atau proyek east-west line. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap basic engineering design (BED). 

"Saat ini sedang dilaksanakan (BED) untuk fase pertama. Jadi, segmen Jakarta dibagi dua dan ada segmen pertama dari Tomang menuju Ujung menteng sepanjang 23 kilometer (km). Itu yang sedang difokuskan dan dikomitmenkan ke Jepang," kata William dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/6). 

Konstruksi east-west line akan dibagi menjadi dua fase, yakni di dalam Jakarta sepanjang 33,9 km dan di luar Jakarta sepanjang 55,3 km. Pembangunan fase 1 akan dibagi dua, yakni tahap 1 Taman Anggrek-Ujung Menteng (23,1 Km) dan tahap 2 Kembangan-Taman Anggrek (10,8 Km). 

Advertisement

Secara keseluruhan, east-west line akan memiliki jalur dengan panjang 87 km dan melintasi tiga provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Total investasi yang dibutuhkan proyek ini mencapai sekitar Rp 160 triliun.

William mengatakan pemerintah Jepang juga akan menambah pendanaan pada konstruksi MRT tahap 2 Bundaran HI-Jakarta Kota melalui Japan International Cooperation Agency (JAICA). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat konstruksi proyek tersebut. 

"Dalam waktu dekat akan ditandatangani pledge pendanaan baru pemerintah Jepang terhadap penambahan anggaran anggaran untuk pembangunan Fase 2. JAICA juga memberikan komitmennya untuk pembangunan MRT Fase 2B dari Kota ke Ancol (Barat)," kata William. 

Duta Besar Republik Indonesia  untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi mengatakan pemerintah Jepang akan mengirimkan tim ahli ke Indonesia dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan untuk melakukan kajian terkait pengembangan kawasan berorientasi transportasi (TOD) di sepanjang jalur MRT. 

Selain itu, menurut Heri, akan ada forum bisnis di Jepang yang antara lain menawarkan partisipasi pengusaha Jepang untuk berinvestasi pada pengembangan TOD tersebut. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan proyek konstruksi east-west line dipastikan berjalan dengan baik dengan adanya perjanjian-perjanjian tersebut. 

Dalam catatan MRT Jakarta, proyek east-west line dirancang dapat mengangkut 1,2 juta penumpang per hari dan memiliki 3 depo. Selain itu, proyek ini memiliki potensi energi dari pemasangan panel surya atap sebesar 30 megawaatt peak (MWp).

Sepanjang 2021, rata-rata penumpang MRT Jakarta mencapai 19.200 per hari. Sementara sebelum pandemi, rata-rata penumpang MRT Jakarta mencapai 88.444 per hari.

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait