Tiket.com: Refund Tiket Pesawat & Hotel Melonjak Hingga 10 Kali Lipat

Tiket.com menyebut permintaan refund tiket pesawat dan pemesanan hotel melonjak hingga 10% dibanding hari biasa akibat pandemi virus corona.
Cindy Mutia Annur
13 April 2020, 19:52
startup, tiket.com, pandemi virus corona, virus corona, refund tiket pesawat, refund pemesanan hotel
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. Tiket.com saat ini memfokuskan layanan pada proses pengembalian dana atau perubahan jadwal tiket transportasi maupun hotel.

Startup penyedia layanan agen perjalanan online, Tiket.com menyebut permintaan pengembalian dana atau refund atas pemesanan layanan melalui platformnya melonjak tujuh hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasa akibat pandemi corona. Permintaan refund terbesar dalam bentuk tiket pesawat dan pemesanan hotel. 

"Pelanggan yang tadinya ingin staycation atau ada keperluan bisnis lalu tiba-tiba mereka harus stay di rumah karena pandemi ini," ujar Chief Marketing Officer Tiket.com Gaery Undarsa dalam konferensi video, Senin (13/4). 

Oleh karena itu, menurut dia, layanan perusahaan saat ini difokuskan untuk memproses layanan pengembalian dana maupun perubahan jadwal tiket transportasi maupun pemesanan hotel. Perusahaan pun telah menyediakan sejumlah fitur yang dapat membantu pelanggannya dalam melakukan aktivitas tersebut.
 Ia mencontohkan, perusahaan memiliki fitur smart schedule dan e-refund sehingga pelanggan bisa melakukan refund atau reschedule tanpa harus menelepon layanan customer care. Selain itu, perusahaan juga memerinci informasi atau prosedur berbagai maskapai yang mengalami perubahan akibat pandemi ini. 
 
"Sekarang bisa diakses lewat aplikasi atau situs web kami, ada satu halaman khusus yang kami agregat terkait semua informasi Covid-19," ujar Gaery.  
 
Sebelumnya, beberapa pelanggan sempat kecewa karena refund  tak dapat diproses dalam bentuk dana tunai, melainkan voucher yang memiliki batas waktu. Menanggapi hal itu, Gaery mengatakan bahwa hal tersebut merupakan prosedur dari penyedia layanan.
Ia mencontohkan, beberapa maskapai telah menerapkan kebijakan itu secara terpaksa. Maskapai tidak dapat melakukan refund 100% kepada pelanggannya karena sebagian uang perusahaan telah digunakan untuk biaya operasional. Ini lantaran meski penumpang pesawat hanya tiga orang, maskapai tetap harus beroperasi.
 
"Tidak semua maskapai menerapkannya. Ada beberapa yang aman masih bisa refund, tetapi beberapa merubah kebijakannya," ujar dia. 
 
Meski demikian, ia mengklaim beberapa pelanggan puas dengan penggantian voucher saat refund. Pasalnya,  mereka tak dikenakan biaya potongan atau cancelatio fee seperti yang kerap berlaku saat melakukan refund.
 

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait