Bos Kopi Kenangan Rela Digaji Rp 1 selama Pandemi Corona

CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata rela digaji Rp 1 hingga pandemi corona berakhir. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya agar tak perlu mem-PHK karyawan.
Cindy Mutia Annur
9 April 2020, 13:29
virus corona, pandemi corona, kopi kenangan, covid-19, startsup
Instagram/@kopikenangan.id
Ilustrasi. Kopi Kenangan telah mengalokasikan anggaran Rp 13 miliar untuk menjaga keamanan karyawan, pelanggan, dan produk kopi dari virus corona.

Pandemi corona memukul hampir seluruh bisnis, termasuk penjualan kopi yang tengah menjadi tren sebelum virus ini merebak. CEO dan Co-founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata bahkan rela hanya digaji Rp 1 agar perusahaan dapat bertahan dan tak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan. 

"Sebagai pemimpin di Kopi Kenangan, saya akan berkorban lebih dulu dengan hanya mengambil gaji Rp 1 dari sekarang hingga krisis ini berakhir. Gaji dan THR karyawan akan aman," ujar CEO dan Co-founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata dikutip dari laman Linkedin-nya, Kamis (9/4). 

Hal serupa juga dilakukan oleh dua pimpinan lainnya. Ia pun memastikan akan berupaya tak melakukan PHK pada barista dan karyawan tetap lainnya.  "Penghematan harus menjadi pilihan terakhir kami," kata Edward. 

Perusahaan saat ini juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk  pencegahan pandemi corona. Sebesar Rp 13 miliar dialokasikan untuk  melindungi kesehatan dan keamanan pelanggan, barista, serta produk Kopi Kenangan. Ini dilakukan melalui pembelian mesin sterilisasi, hand sanitizer, alat pengecek temperatur, sarung tangan, serta masker nonmedis.

Advertisement

" Sisanya, Rp 2 miliar akan kami donasikan secara langsung kepada beberapa partner yang bekerja bersama dengan Kopi Kenangan dalam mengatasi dampak pandemi ini," ujar Edward dalam siaran pers, Rabu (8/4).

(Baca: 500 Startup Kuliner Tertarik Pendanaan dari Gojek dan Digitaraya)

Edward melanjutkan, perusahaan juga telah mendistribusikan 50 ribu cangkir Kopi Kenangan gratis ke beberapa rumah sakit untuk para tenaga medis yang bertugas menangani virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut. 

"Kami berharap donasi dan upaya ini dapat memberikan kontribusi positif dalam perjuangan kita bersama menghadapi Covid-19 sekaligus membantu dalam menghadapi tantangan yang tengah kita hadapi," ujar dia.

Sebelumnya, Kopi Kenangan sempat berencana untuk melakukan ekspansi ke luar negeri pada tahun ini di salah satu negara di Asia Tenggara. Asia Tenggara dipilih karena memiliki potensi yang cukup besar dan sesuai dengan visi perusahaan menguasai pasar kopi Asia Tenggara. 

"Ingin secara perlahan, pemain lokal yang jadi champions di ASEAN," ujar Edward di Jakarta pada Senin (24/2).

(Baca: Tren Ngopi ala Milenial, antara Aplikasi dan Promosi)

Untuk rencana ekspansi tersebut, Edward mengatakan pihaknya bakal mencari pendanaan. Selain itu, Kopi Kenangan berencana menawarkan saham perdana atau IPO pada 2022. "Tahun ini mungkin ada pendanaan baru," katanya.

Pada tahun lalu, Kopi Kenangan mendapatkan pendanaan seri A sebesar US$ 20 juta atau setara Rp 280 miliar. Pendanaan dipimpin oleh Sequoia India dengan beberapa investor lain yang berpartisipasi termasuk rapper Jay-Z dan petenis Serena Williams.

Didirikan pada 2017, startup kuliner kopi yang mengusung konsep grab and go ini telah memiliki lebih dari 300 gerai dan menjual lebih dari 3 juta cangkir setiap bulan. 

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait