Laba Indofood Naik 11,68% pada Semester I Berkat Efisiensi

PT Indofood Sukses Makmur Tbk berhasil mengantongi laba bersih mencapai Rp 2,84 triliun pada semester pertama tahun ini.
Image title
3 Agustus 2020, 18:24
Indofood, laba indofood, produsen indomie untung, pandemi corona
KATADATA / Agung Samosir
Ilustrasi. Indofood membukukan penjualan neto Rp 39,38 triliun pada semester pertama tahun ini.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk berhasil mengantongi laba bersih mencapai Rp 2,84 triliun pada semester pertama tahun ini meski diterpa pandemi corona. Kinerja laba  INDF ini  tumbuh 11,68% dibandingkan semester I 2019 Rp 2,54 triliun, terutama ditopang kinerja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukaan informasi, Indofood mampu membukukan penjualan neto Rp 39,38 triliun yang meningkat 2,01% dibandingkan periode sebelumnya Rp 38,60 triliun. Perusahaan juga berhasil melakukan efisiensi dan menurunkan beban pokok penjualan dari Rp27,24 triliun menjadi Rp 26,90 triliun. Alhasil, laba bruto perusahaan naik 9,85% menjadi Rp 12,47 triliun dari Rp 11,36 triliun.

Meski begitu, ada beban yang cukup besar sepanjang semester I 2020 yang harus ditanggung Indofood. Beban penjualan dan distribusi mencapai Rp 4,45 triliun, naik 3,85% dari Rp 4,28 triliun. Selain itu, beban umum dan administrasi senilai Rp 2,71 triliun, naik 8,13% dari Rp 2,51 triliun.

Namun, Indofood masih mampu membukukan laba usaha  sebesar Rp 5,62 triliun atau naik hingga 17,49% dari laba usaha semester I 2019 senilai Rp 4,79 triliun.

Sementara anak usahanya yang memproduksi Indomie, ICBP membukukan laba bersih  sepanjang Januari-Juni 2020 sebesar Rp 3,37 triliun. Total laba yang berhasil dikantongi itu meroket hingga 31,2% dibandingkan dengan laba bersih pada periode enam bulan pertama tahun lalu yang senilai Rp 2,57 triliun.

Peningkatan tersebut ditopang oleh naiknya penjualan neto ICBP sepanjang semester I 2020 yaitu Rp 23,04 triliun atau naik 4,14% dari Rp 22,13 triliun. Meski begitu, beban pokok penjualan tercatat senilai Rp 14,71 triliun atau naik tipis 0,67% dari Rp 14,61 triliun.

Selain itu, ICBP juga terbebani oleh biaya penjualan dan distribusi senilai Rp 2,72 triliun, naik 5,09% dari Rp 2,59 triliun. Beban umum dan administrasi juga ikut menggerus profitabilitas perusahaan senilai Rp 1,26 triliun, naik hingga 11,06% dari sebelumnya Rp 1,13 triliun.

Namun, ICBP mampu mengantongi penghasilan dari operasi lain senilai Rp 465,44 miliar atau tercatat naik hingga 133% dari Rp 199,08 miliar. Sehingga, laba usaha perusahaan semester I 2020 tercatat Rp 4,67 triliun, meroket hingga 21,51% dari semester I 2019 yang Rp 3,84 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia ini membuat kondisi pasar penuh tantangan. Dia memperkirakan bahwa kondisi ini akan berlanjut hingga akhir tahun ini.

"Sehingga kami akan terus memelihara kelangsungan pasokan dan kualitas produk bagi para konsumen, serta meningkatkan daya saing kami dan menjaga kesehatan para karyawan," katanya melalui siaran pers, Senin (3/8).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait