Cadangan Devisa Susut, Neraca Pembayaran Kuartal II Surplus US$ 9,2 M

Neraca pembayaran pada kaurtal II 2020 kembali surplus setelah defisit US$ 8,5 miliar pada kuartal I seiring defisit transaksi berjalan atau CAD yang menyusut dan modal asing yang kembali masuk.
Agatha Olivia Victoria
18 Agustus 2020, 11:13
neraca pembayaran, defisit transaksi berjalan
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Ilustrasi. Neraca pembayaran Indonesia pada kuartal kedua tahun ini mencapai US$ 9,2 miliar.

Bank Indonesia mencatat neraca pembayaran Indonesia pun surplus mencapai US$ 9,2 miliar, jauh membaik dibandingkan kuartal sebelumnya yang defisit mencapai US$ 8,5 miliar. Surplus didorong oleh defisit transaksi berjalan atau current account deficit yang menyusut dari US$ 3,7 miliar menjadi US$ 2,9 miliar atau 1,2% terhadap PDB dan surplus pada transaksi modal dan finansial.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan penurunan defisit transaksi berjalan bersumber dari surplus neraca perdagangan barang. "Ini sebagai akibat dari penurunan impor karena melemahnya permintaan domestik," tulis Onny dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (18/8).

Di samping itu, defisit neraca pendapatan pun turut mengecil akibat berkurangnya pembayaran imbal hasil kepada investor asing. Hal itu juga sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal II 2020 yang tercermin pada penurunan kinerja perusahaan dan investasi.

Sementara itu, defisit neraca jasa sedikit meningkat. Peningkatan didorong oleh defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang turun signifikan selama pandemi Covid-19.

Advertisement

Di sisi lain, remitansi dari pekerja migran Indonesia berkurang, sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menahan penurunan defisit transaksi berjalan lebih lanjut.

Selain didorong oleh defisit transaksi berjalan yang menyusut, surplus transaksi modal dan finansial juga meningkat. Ini sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.

Surplus transaksi modal dan finansial tercatat sebesar US$ 10,5 miliar. Faktor utama surplus berasal dari aliran masuk neto investasi portofolio dan investasi langsung, setelah pada kuartal sebelumnya mencatat defisit US$ 3 miliar.

Aliran masuk investasi portofolio meningkat dalam bentuk penerbitan global bond oleh pemerintah dan korporasi serta pembelian surat utang negara Berlanjutnya aliran masuk modal asing tersebut dipengaruhi oleh likuiditas global yang meningkat, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang tetap menarik, dan terjaganya keyakinan investor terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Investasi langsung turut menyumbang surplus pada neraca transaksi modal dan finansial. Meskipun relatif melambat dibandingkan dengan capaian pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan kontraksi ekonomi domestik. Transaksi investasi lainnya mengalami defisit dipengaruhi oleh pola kuartalan meningkatnya pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo.

Sejalan dengan surplus NPI pada kuartal II,  posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2020 meningkat menjadi sebesar US$ 131,7 miliar.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait