Indeks Saham Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P 500 Rekor Tertinggi

Indeks Dow Jones ditutup melemah, sedangkan S&P 500 naik ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Image title
19 Agustus 2020, 06:58
wall street, dow jones, S&P 500
xPACIFICA/Getty Image
Ilustrasi. Dow Jones Industrial Average pada perdagangan Selasa (18/8) turun 0,24% ke level 27.778,07, S&P 500 naik 0,23% menjadi 3.389,78 dan Nasdaq Composite bertambah 81,12 poin menjadi 11.210,84.

Bursa saham utama AS ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (18/8) waktu setempat. Dow Jones melemah, sedangkan S&P naik ke rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 0,24% ke level 27.778,07, S&P 500 naik 0,23% menjadi 3.389,78 dan Nasdaq Composite bertambah 81,12 poin menjadi 11.210,84.

Indeks bangkit dari kerugian besar yang dipicu oleh pandemi virus corona dan menjadi salah satu pemulihan paling dramatis dalam sejarah indeks.

Stimulus fiskal dan moneter triliunan dolar AS telah membuat Wall Street dibanjiri uang tunai, mendorong investor yang mencari imbal hasil ke dalam ekuitas. Amazon dan saham terkait teknologi yang mencatatkan pertumbuhan tinggi paling diandalkan untuk mengatasi krisis.

Saham Amazon naik 4,1%, kenaikan tertinggi dalam indeks S&P 500.

Catatan S&P menegaskan bahwa indeks Wall Street telah memasuki pasar bullish atau cenderung bergerak naik setelah mencapai titik terendah pandemi pada 23 Maret. Indeks tersebut telah melonjak sekitar 55% sejak itu.

Menurut data Refinitiv, S&P membukukan kenaikan terbesar dalam periode 103 hari dalam 87 tahun, menurut data Refinitiv.

"S&P 500 sangat mengesankan dan telah menciptakan banyak kekayaan, tetapi saya tidak yakin itu mencerminkan kesehatan ekonomi secara keseluruhan," kata Patrick Leary, Kepala Strategi Pasar di Incapital.

Reli saham, menurut dia, lebih berkaitan dengan inflasi aset, yang didorong oleh berbagai dukungan berkelanjutan dalam perekonomian serta melemahnya dolar.

 Sementara itu, Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi ke-18 sejak awal Juni, mencatatkan dari aksi jual virus corona. Rekor hari Selasa adalah rekor kenaikan penutupan ke-34 sepanjang tahun ini dibandingkan dengan 31 hari rekor penutupan tertinggi pada 2019 dan 29 pada 2018.

Pandemi Covid-19 sempat membuat bursa saham global rontok. Krisis kesehatan ini turut memukul perekonomian dunia.. 

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait