BI Terbitkan 7 Pecahan Uang Kertas Baru, Mengapa Tak Ada Uang Logam?

Uang kertas baru diterbitkan dalam tujuh pecahan untuk nominal Rp 1.000 hingga Rp 100 ribu.
Abdul Azis Said
19 Agustus 2022, 14:27
uang kertas baru, uang rupiah baru, uang logam
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. BI menerbitkan desain baru tujuh pecahan rupiah. Tak satu pun uang logam.

Bank Indonesia tidak menerbitkan desain baru uang logam yang merupakan pecahan kecil. Desain baru rupiah hanya diterbitkan untuk tujuh pecahan uang kertas dengan nominal Rp 1.000 hingga Rp 100 ribu.

"Dari hasil evaluasi kami, memang uang logam masih cukup dikenali, sehingga tidak ada alasan untuk melakukan perubahan," kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang Marlison Hakim dalam diskusi dengan wartawan, Jumat (19/8).

BI secara berkala mengevaluasi uang yang berredar saat ini. Sebelum menerbitkan uang emisi tahun 2022, penerbitan uang kertas edisi baru terakhir kali dilakukan pada 2016.

Marlison menjelaskan, BI perlu meminta pandangan dari berbagai pihak, seperti sejarawan, tokoh agama hingga unsur masyarakat yang tergolong dalam perkumpulan masyarakat tuna netra Indonesia untuk menerbitkan desain baru rupiah. Dari masukan berbagai pihak itulah, dilakukan pembaruan terhadap desain rupiah. BI meluncurkan edisi terbaru untuk uang kertas bertepatan dengan peringatan HUT RI ke 77 pada Rabu (17/8).

Advertisement

Ia mengatakan, salah satu alasan penerbitan uang kertas edisi terbaru tersebut, yakni  semakin mudah dikenali. Marlison mengaku sering mendapat keluhan masyarakat kesulitan membedakan antara uang pecahan  Rp 2.000 dengan Rp 20.000 terutama saat berada dalam ruang dengan pencahayaan minim.

Karena itu, salah satu perubahan yang dilakukan pada edisi baru ini, yaitu warna yang lebih cerah dari sebelumnya berkonsep monokrom. Meski demikian, warna dasar masing-masing pecahan tidak diubah, seperti Rp 100.000 yang masih tetap berwarna merah, Rp 50.000 berwarna biru hingga Rp 2.000 yang masih berwarna abu-abu.

Dengan warna yang dibuat lebih cerah, gambar pahlawan pada edisi terbaru ini menjadi lebih jelas. "Pada edisi yang lama itu paling sering ditanya adalah gambar Cut Meutia, karena ada gambar bayangan sehingga seolah-olah pakai sanggul, ini yang juga disempurnakan," kata Marlison.

Marlison menjelaskan, alasan lain perubahan uang kertas adalah demi memudahkan tunanetra untuk membedakan setiap pecahan. Dalam diskusi dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), mereka menyebut blind code pada uang kertas saja tidak cukup untuk membantu mengenali pecahan mata uang.

Oleh karena itu, menurut dia, perlu ditambah pembeda yang salah satunya dari ukuran kertas. Selisih ukuran antara pecahan sebesar 5 mm, lebih besar dibandingkan edisi lama 2 mm.

Adapun tampilan desain baru rupiah sebenarnya serupa dengan terbitan emisi tahun 2016.. Terdapat gambar utama pahlawan pada bagian depan, sedangkan sisi belakang memuat tema kebudayaan Indonesia seperti gambar tarian, pemandangan alam, dan flor

Masyarakat dapat melakukan penukaran uang edisi baru ini melalui perbankan atau kas keliling yang disediakan Bank Indonesia. Pemesanan penukaran melalui kas keliling dilakukan melalui aplikasi PINTAR yang dapat diakses melalui laman https://pintar.bi.go.id. Aplikasi PINTAR sudah bisa diakses sejak kemarin dengan jadwal penukaran mulai hari ini.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait