BI Catat Modal Asing Kabur US$ 600 Juta Sepanjang Kuartal III 2022

Modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik mendorong nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.
Agustiyanti
23 September 2022, 12:50
rupiah, rupiah melemah, kurs rupiah
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Ilustrasi. Kurs rupiah sepanjang tahun ini telah melemah 4,97%.

Bank Indonesia  mencatat, modal asing keluar bersih alias net outflow di pasar keuangan Indonesia dalam bentuk investasi portofolio sepanjang kuartal III tahun ini atau sejak 1 Juli hingga 20 September 2022 mencapai US$ 600 juta. 

"Tekanan dari sisi arus modal asing, terutama dalam bentuk investasi portofolio, masih terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan September di Jakarta, Kamis (23/9).

Keluarnya modal asing tersebut menyebabkan depresiasi pada nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah pada 21 September 2022 terdepresiasi 1,03 persen dibandingkan dengan akhir Agustus 2022 (point-to-point/ptp).

Adapun sepanjang tahun ini hingga 21 September 2022, BI mencatat rupiah telah terdepresiasi 4,97%. Meski demikian, depresiasi ini lebih rendah dibandingkan India sebesar 7,05%, Malaysia 8,51%, dan Thailand 10,07%.

Advertisement

MenurutPerry, perkembangan nilai tukar yang tetap terjaga tersebut ditopang oleh pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, serta langkah-langkah stabilisasi BI.

"Ke depan, BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi," katanya. 

Adapun langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps, menurut Perry, juga merupakan upaya untuk meperkuat stabilitas nilai tukar. Kenaikan suku bunga diharapkan mendorong yield SBN sehingga modal asing kembali masuk. 

Perry mengatakan, kenaikan suku bunga dalam kondisi normal akan menaikkan yield SBN sehinggan modal asing akan masuk dan kurs rupiah akan menguat. Namun dalam kondisi likuiditas melimpah seperti saat ini, hal ini tak akan serta merta terjadi. Untuk itu, BI akan melepas sebagian SBN janka pendek agar yield kembali naik dan aliran modal asing kembali masuk. 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait