BI melihat meningkatnya minat investor terhadap instrumen keuangan Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan pasar mulai pulih di tengah gejolak global.
BI menyebut kenaikan suku bunga acuan yang diikuti penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) berhasil menarik kembali minat investor global.
BI mencatat, modal asing terutama masih masuk pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN), tetapi keluar dari pasar saham.
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan Indonesia sebesar Rp12,55 triliun pada pekan terakhir bulan Januari yakni periode transaksi 26-29 Januari 2026.
Bank Indonesia laporkan modal asing keluar bersih Rp4,58 triliun dari pasar keuangan domestik pada awal November 2025, meski pasar saham catat masuk bersih Rp2,54 triliun.
Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa aliran modal asing masuk ke Indonesia mencapai Rp1 triliun pada periode 27–30 Oktober 2025, terutama didukung oleh investasi saham yang signifikan.
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik sebesar Rp14,24 triliun pada pekan kedua bulan ini, periode 8-11 September 2025.
Bank Indonesia (BI) menyampaikana investor asing masih meninggalkan pasar modal x Air. Selama pekan ketiga bulan ini, 14-16 April 2025 modal asing keluar bersih dari pasar keuangan mencapai Rp 11,96 T
Indikasi internal JP Morgan menunjukkan terdapat arus keluar modal bersih senilai US$ 19 miliar (Rp 308,2 triliun) dari negara-negara berkembang kecuali Tiongkok, pada kuartal terakhir 2024.
Bank Indonesia merilis aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik pada minggu kedua Desember 2024. Bagaimana situasi pasar keuangan pada pekan kedua Desember?
Pada awal Desember 2024, Indonesia mencatat aliran keluar bersih modal asing sebesar Rp 5,13 triliun. Hal ini menandai tantangan baru bagi stabilitas ekonomi nasional.
Modal asing bersih yang masuk ke Indonesia lebih banyak berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp2,24 triliun. Sedangkan di pasar saham dan SRBI tercatat modal asing keluar.