AHY Jadi Ketua Umum, Upaya Demokrat Keluar Dari Papan Tengah

Agus Yudhoyono menerima tongkat kepemimpinan Partai Demokrat. Dihadapkan ujian membawa partai kembali ke papan atas.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
20 Maret 2020, 09:00
Ketua Umum Partai Demokrat yang baru, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) beradu siku saat mendapat ucapan selamat dari kader pada Kongres V Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (15/3/2020). Dalam kongres tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono terpilih secara aklam
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Ketua Umum Partai Demokrat yang baru, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) beradu siku saat mendapat ucapan selamat dari kader pada Kongres V Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Di tengah pandemi virus corona Covid-19, kabar mengejutkan datang dari Partai Demokrat. Ketua Umum partai tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi menyerahkan tonggak kepemimpinan di partai berlambang mercy itu kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Estafet tersebut diumumkan pada Kongres V Demokrat yang digelar di Jakarta Convention Center, hari Minggu (15/3) lalu. Agus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum lantaran diterima oleh 600 pemegang hak suara Demokrat yang hadir.

Sebelum sang putra sulung terpilih, SBY yakin pemimpin baru mampu mengemban tugas besar selama lima tahun ke depan. Dia juga mengatakan Partai Demokrat itu melakukan koreksi internal selama lima tahun belakangan. “Utamanya menyangkut integritas kader Demokrat,” kata SBY.

(Baca: Jejak Politik AHY, Putra SBY yang Bersiap Maju Pilpres 2024)

karier politik AHY sendiri relatif melejit selama 2 tahun belakangan. Dia memulai posisinya sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat. Usai Pemilu 2019, ia lalu menjadi Wakil Ketua Umum partai.

Tak sedikit pula yang menganggap loncatan karier ini adalah wujud Demokrat sebagai partai keluarga. Namun Peneliti Lingkaran Survei Indonesia Rully Akbar mengatakan sosok AHY merupakan pilihan terbaik di tengah kemerosotan suara partai. “Tanpa menepikan yang lain, dia paling populer dan pengalamannya banyak,” kata Rully kepada Katadata.co.id.

Rully mengatakan AHY sudah memiliki bekal yakni maju pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Gagal meraih kursi DKI-1, namanya lalu sempat digadang sebagai calon wakil presiden sebelum Pemilihan Presiden 2019. “Dia mewarisi SBY secara langsung, paling dekat dengan tahta,” kata Rully.

Selain itu Rully juga menganggap usia muda AHY menjadi bekal lain untuk menggantikan sang ayah yang semakin berumur. Regenerasi ini penting lantaran suara Demokrat terus menurun sejak kontestasi politik 2014.

Usai menjadi juara tahun 2009, Demokrat berada di posisi empat di Pemilihan Umum Legislatif dengan 10,1% suara. Lima tahun kemudian perolehan suaranya terjun ke posisi 7 dengan 7,77% suara. “Dengan direvitalisasi AHY mungkin saja bisa kembali paling tidak ke tiga besar,” katanya.

Strategi Agar Kembali ke Papan Atas

Usai terpilih, Agus langsung menyiapkan sejumlah langkah agar Demokrat kembali berkibar di masa depan. Dia menyampaikan 10 langkah yang harus dilakukan dalam waktu dekat.

Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader. Kedua memperkuat kepemimpinan partai di pusat dan daerah. Ketiga modernisasai Partai Demokrat dengan teknologi komunikasi.

Keempat memperkuat komunikasi politik yang efektif. Kelima meningkatkan program pengabdian masyarakat. Keenam membina dan memperluas konstituen. Sedangkan ketujuh adalah menjaring sebanyak-banyaknya suara generasi muda.

Kedelapan adalah memenangkan Pilkada 2020. Kesembilan memenangkan Pemilihan Umum Legislatif 2024, dan kesepuluh membawa kemenangan pada Pilpres 2024. “Ini menjadi amanah buat kami apakah bisa mempersiapkan kader-kader terbaik," katanya.

Rully mengatakan 10 langkah Agus ini baik, namun perlu langkah besar lain mengingat mayoritas partai melakukan hal yang sama. Dia mencontohkan, Nasdem pada Pemilu 2019 lalu membajak sejumlah kader partai lain. Sedangkan Perindo mengandalkan iklan secara masif untuk mendulang suara. “Demokrat perlu penyegaran seperti itu,” kata Rully.

(Baca: Hasil 2 Survei: Prabowo Calon Terkuat Presiden 2024, Disusul Sandiaga)

Sedangkan pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan ujian besar terdekat bagi AHY adalah Pilkada 2020. Dia mengatakan jika Agus mampu membawa 85-80% calon kepala daerah yang didukung dan diusung maka jalan politiknya ke depan akan lebih mudah.

“Tapi kalau 50% ke bawah maka kepemimpinannya akan dipertanyakan. Ini uji publik dia di Demokrat,” katanya.

Meski demikian, regenerasi yang dilakukan Partai Demokrat mendapatkan pujian, salah satunya dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dia mengatakan langkah ini penting guna menyiapkan pemimpin di masa depan.

“Selamat kepada saudara AHY yang terpilih sebagai Ketua Umum,” kata Ma’ruf hari Rabu (18/3) kemarin.

 

 

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait