Dampak Covid-19: Elektabilitas Anies-Khofifah Turun, Ganjar-RK Naik

Pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa tokoh politik mengalami penurunan elektabilitas
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
7 Juni 2020, 19:32
anies, survei politik, covid-19
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020). Survei Indikator Politik Indonesia menyebut elektabilitas Anies Mei 2020 turun jadi 10,4%.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Lembaga survei yakni Indikator Politik Indonesia hari Minggu (7/6) merilis hasil sigi persepsi publik penanganan Covid-19 dan implikasi politiknya terhadap calon Presiden RI 2024. Mereka menyebut elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Mei 2020 tergelincir 1,7% dari bulan Februari 2020.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih acak dengan metode simple random sampling serta dilakukan pada 16-18 Mei 2020.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa tokoh politik mengalami penurunan elektabilitas. Namun ada juga yang menunjukkan tren positif lantaran kebijakan yang diambil membuahkan hasil positif.

"Anies Baswedan di saat sebelum ada pandemi elektabilitasnya 12,1% di bulan Februari menurun menjadi 10,4% di bulan Mei setelah dihantam pandemi," kata dia dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu (7/6).

(Baca: Kasus Corona RI Meningkat 672, Tambahan Terbanyak Berasal dari Jakarta)

Senasib dengan Anies, elektabilitas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa juga menurun dari 5,7% di bulan Februari menjadi 4,3% di bulan Mei. Namun Burhan mengatakan kondisi berbeda dialami Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sebanyak 11,8% responden memilih Ganjar di bulan Mei atau naik dari 9,1% di bulan Februari. Sedangkan elektabilitas Ridwan Kamil menanjak jadi 7,7% meski di bulan Februari angkanya masih 3,8%.

Menurut Burhan, musibah Covid-19 yang melanda Indonesia dapat dijadikan panggung bagi kepala daerah yang ingin maju pada pemilihan presiden tahun 2024. Namun pandemi ini juga bisa menurunkan elektabilitas tokoh terutama jika kebijakan yang diambil dikritik oleh masyarakat.

"Ini kenapa yang saya sebut pandemi Covid-19 bisa menjadi politik elektoral karena bisa menjadi lahan buat kepala daerah untuk menunjukkan taringnya," kata dia.

Di luar para kepala daerah, survei menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno turun secara signifikan. Responden yang memilih Prabowo turun dari 22,2% menjadi 14,% pada Mei 2020. Sedangkan elektabilitas wakilnya saat Pemilihan Presiden 2019 itu anjlok 3,5% ke angka 6%.

Namun Jika diurutkan, Prabowo masih menjadi calon Presiden RI 2024 paling kuat di mata responden dengan elektabilitas 14,2%. Di bawahnya ada Ganjar yang menyalip Anies dengan 11,8% masyarakat memilihnya. Sedangkan Anies dan Ridwan Kamil berada di posisi ketiga dan keempat. 

(Baca: Hubungan Prabowo dan Jokowi Usai Pilpres, Mesra dan Saling Bela )

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait