Dokter Sebut Virus Corona Bisa Menempel di Ponsel Selama Lima Hari

Masyarakat perlu berhati-hati menggunakan ponsel ketika sedang berada di transportasi umum seperti kereta.
Ameidyo Daud Nasution
17 Juni 2020, 13:59
virus corona, virus, handphone
ANTARA FOTO/Septianda Perdana/wsj.
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). Dokter Edward Faisal mengatakan virus corona bisa bertahan selama lima hari di ponsel.

Penggunaan telepon seluler (ponsel) ternyata bisa menjadi risiko sendiri dalam penularan virus corona. Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Junior Doctor Network yakni Edward Faisal mengatakan Covid-19 yang menempel di telepon genggam bisa bertahan sampai lima hari.

Ini lantaran ponsel terbuat dari bahan yang rentan dihinggapi virus seperti plastik dan metal. Oleh sebab itu Edward memperingatkan masyarakat agar berhati-hati menggunakan telepon genggam terutama ketika sedang berada di kendaraan umum seperti kereta.

Edward mengatakan risiko semakin bertambah jika pengguna ponsel berbicara lewat telepon genggamnya.  “Jadi kalau sayang sama orang sekitar kita. Sebaiknya jangan keluarkan handphone,” kata Edward saat diskusi pengguna kereta yang diselenggarakan BNPB, Jakarta, Rabu (17/6).

(Baca: Berapa Lama Corona Bertahan di Tembaga, Besi, Plastik, dan Aerosol?)

Advertisement

Edward juga meminta pengguna kereta agar tidak mengobrol selama di perjalanan demi mencegah penularan. Selain itu jaga jarak minimal satu meter perlu dilakukan demi mencegah terkena droplet pembawa virus.

“Centers of Disease Control and Prevention (CDC) bilang mengobrol dapat mengeluarkan droplet kecil selama 15 menit,” kata Edward.

Sebelumnya beberapa ilmuwan dari sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat menemukan bahwa virus corona bisa bertahan beberapa jam hingga beberapa hari pada permukaan beragam material hingga aerosol.

Penelitian dilakukan National Institutes of Health, Princeton, dan University of California, Los Angeles. Virus ternyata bisa terdeteksi hingga empat jam pada permukaan tembaga, hingga 24 jam pada kardus, serta hingga dua sampai tiga hari pada plastik dan besi tahan karat (stainless steel).

Sedangkan di aerosol, virus ini masih terdeteksi hingga tiga jam setelah aerosol terbentuk. “Secara keseluruhan, stabilitas dari HCOV-19 dan SARS-CoV-1 sangat sama,” demikian tulis penelitian mereka beberapa bulan lalu.

(Baca: Bahaya Menyemprot Disinfektan Corona Mengandung Klorin ke Tubuh)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait