Uji 17.908 Spesimen Sehari, Kasus Corona RI Bertambah 1.051 Orang

Lonjakan kasus terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta.
Ameidyo Daud Nasution
23 Juni 2020, 16:26
virus corona, covid-19, update corona RI
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
Tes swab di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2020). Jumlah kasus corona RI hingga Selasa (23/6) mencapai 47.896 orang.

Jumlah kasus positif corona RI yang dilaporkan pemerintah hari Selasa (23/6) meningkat 1.051 orang. Dengan kenaikan ini, total pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 47.896 orang.

Kenaikan kasus ini didapatkan dari pemeriksaan 17.908 spesimen baru. Angka tambahan tes ini meningkat dari hari Senin (22/6) lalu yang hanya mencapai 10.926 sampel. 

Hal tersebut berarti 5,8% dari uji spesimen yang dilaporkan hari ini menghasilkan kasus positif.  “Kasus hari ini sebagian besar berasal dari penelusuran kontak yang agresif disertai tes masif,” kata juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (23/6).

(Baca: Laboratorium Prodia Kini Layani Pemeriksaan PCR Covid-19)

Advertisement

Sedangkan tambahan pasien positif terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur yakni 258 orang dan DKI Jakarta sebanyak 160 orang. Wilayah lain dengan tambahan kasus positif tinggi adalah Sulawesi Selatan yakni 154 orang, Sumatera Utara yakni 117 kasus, dan Papua dengan 55 orang.

Yurianto mengatakan jumlah pasien sembuh bertambah 506 menjadi 19.241 orang. Sedangkan angka kematian akibat corona juga meningkat 35 menjadi 2.535 orang.

Pemerintah juga melaporkan adanya 35.938 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.348 pasien dalam pengawasan (PDP) terkait corona. “Bagi daerah dengan penambahan kasus tinggi harus lakukan penelusuran kontak agresif,” kata Yurianto.

Dia menjelaskan pemerintah telah mengambil sejumlah langkah mulai dari pembatasan kapasitas transportasi umum dan jam kerja bergiliran. Sedangkan masyarakat diminta tetap patuh dalam menjaga jarak, mengenakan masker, dan mencuci tangan.

“Komitmen perubahan mendasar dimulai dari keluarga agar aman Covid-19,” katanya.

(Baca: Usai Covid-19, Menperin Ramal akan Muncul Pandemi Lebih Dahsyat)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait