Kasus Corona RI Melonjak 3.075 Orang, 65% Berasal dari Pulau Jawa

Provinsi DKI Jakarta masih menyumbang kenaikan kasus terbanyak yakni 1.054 orang.
Ameidyo Daud Nasution
2 September 2020, 16:46
virus corona, covid-19, pulau jawa
ADI MAULANA IBRAHIM|KATADATA
Petugas medis bersiap melakukan tes Swab di Stasiun Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5). Jumlah kasus corona RI melonjak 3.075 orang pada Rabu (2/9).

Jumlah kasus positif virus corona RI pada Rabu (2/9) bertambah 3.075 menjadi 180.646 orang. Lonjakan ini merupakan kedua tertinggi usai 3.308 pasien baru pada Sabtu (29/8) lalu.

Secara total Pulau Jawa masih menjadi episentrum penularan corona di Indonesia. Sebanyak 2.003 atau 65,1% kasus baru berasal dari wilayah ini.

Provinsi DKI Jakarta masih menyumbang kenaikan kasus terbanyak yakni 1.054 orang. Jawa Timur menyumbang 385 pasien baru hari ini.

Di peringkat empat adalah Jawa Tengah yakni 264 kasus baru. Berikutnya adalah Jawa Barat yang melaporkan 203 pasien baru. Sedangkan Sumatera Utara yang mealaporkan 182 kasus berada di posisi lima.

Advertisement

Kenaikan jumlah kasus hari ini didapatkan dari tambahan pemeriksaan 31.001 sampel spesimen. Secara total 2.301.268 tes spesimen telah dilakukan seluruh jejaring laboratorium di Indonesia.

Selain itu Pemerintah melaporkan adanya 1.914 pasien corona yang sembuh sehingga 129.971 orang dinyatakan telah pulih. Namun angka kematian akibat penyakit ini juga meningkat 111 menjadi 7.606 orang.

Kenaikan angka kematian terbesar berasal dari Jateng yakni 31 orang. Di peringkat kedua ada Jatim dengan tambahan 29 pasien meninggal dunia.

Rasio kematian 4,2% ini masih berada di atas rata-rata dunia. Makanya Pemerintah berharap angka ini dapat diperbaiki terutama untuk mengurangi pasien kritis.

"Permasalahan kita adalah bagaimana penanganan kesehatan bisa dilakukan dengan baik dan benar sehingga orang yang sakit bisa bergerak menjadi sembuh," katanya.

Kemenkes juga mencatat jumlah suspect Covid-19 bertambah menjadi 81.757 orang hari ini. Adapun penyakit ini telah melanda 488 kabupaten dan kotamadya di seluruh Indonesia.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait