Pasien Corona di Rumah Sakit Naik, Tingkat Pakai Tertinggi Bali & DKI

Tingkat keterpakaian tempat tidur ruang isolasi dan ICU tertinggi ada di Bali yakni 82%. Untuk melonggarkan kapasitas, Pemerintah akan memindahkan pasien gejala ringan dan sedang.
Dimas Jarot Bayu
3 September 2020, 19:35
virus corona, rumah sakit, covid-19
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.
Seorang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020). Jumlah pasien corona yang dirawat hingga awal September terus meningkat dan membuat kapasitas RS semakin padat.

Terus meningkatnya kasus positif virus corona berdampak pada kapasitas rumah sakit di Indonesia menampung pasien. Ini lantaran tingkat keterpakaian tempat tidur ruang isolasi dan unit perawatan intensif (ICU) semakin besar.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 2 September 2020 pasien Covid-19 yang melakukan rawat inap mencapai 19.467 orang atau meningkat dibandingkan Agustus 2020 yakni 18.727 orang. Sementara, jumlah pasien positif rawat inap yang tercatat pada Juli 2020 hanya 17.821 orang.

“Ada peningkatan keterpakaian tempat tidur isolasi di bulan Agustus dan September dibanding bulan Juli,” kata juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/9).

Wiku mengatakan, tingkat keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi pada rumah sakit yang paling tinggi berada di Bali, yakni 82%. Di Jakarta, kapasitas tempat tidur ruang isolasi yang terpakai mencapai 75%. Padahal hingga Senin (31/8), rasio keterisian tempat tidur di DKI baru 69%.

Advertisement

Kemudian, tingkat keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi pada rumah sakit di Kalimantan Selatan mencapai 67%. “Sedangkan, persentase keterpakaian ICU dengan pasien yang dirawat per provinsi paling banyak ada di DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Kalimantan Selatan,” kata Wiku. 

Satgas telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) untuk meningkatkan kemampuan rumah sakit, khususnya di ruang isolasi dan ICU. Nantinya pasien yang melakukan rawat inap bakal diredistribusi.

Sebagai contoh, pasien positif corona dengan gejala ringan dan sedang di Jakarta bakal dipindahkan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. “Agar seluruh rumah sakit rujukan yang ada di wilayah tersebut tidak melebihi 60%,” kata Wiku.

Kasus positif virus corona di Ibu Kota terus mencatat peningkatan. Hal ini menyebabkan angka keterpakaian tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit (RS) di Jakarta telah mencapai 77% per Senin (31/8).



Sedangkan kasus corona RI bertambah memecahkan rekor 3.622 orang pada rilis data Kamis (3/9). Ini berarti corona telah menginfeksi 184.268 orang di RI sejak Maret 2020 lalu.  

Lonjakan kasus tersebut didapatkan dari rekor tambahan 37.597 uji spesimen hari ini. Secara total 2.338.865 tes spesimen telah dilakukan seluruh jejaring laboratorium di Indonesia.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait