Kasus Corona RI Melonjak 4.002 Orang, 30% Berasal dari Jakarta

Angka kematian pasien Covid-19 juga bertambah jadi 10.601 orang.
Ameidyo Daud Nasution
29 September 2020, 16:39
virus corona, jakarta, covid-19
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien COVID-19 menurunkan peti jenazah ke dalam pusara di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Sejumlah petugas penanganan jenazah COVID-19 mengatakan hingga saat ini belum menerima dana insentif bulan Mei yang dijanjikan oleh Pemprov DKI Jakarta yang menurut rencana akan dibayarkan di bulan Juni 2020.

Kasus positif corona di Indonesia bertambah 4.002 orang menjadi 282.724 Selasa (29/9). Provinsi DKI Jakarta masih menyumbang kasus terbanyak yakni 1.238 kasus atau setara 30,9%.

Kenaikan jumlah kasus hari ini berasal dari tambahan pemeriksaan 37.158 sampel spesimen. Secara total, pemerintah telah menggelar 3.276.402 uji spesimen kepada 1.962.754 orang.

Setelah DKI, Jawa Barat menyumbang 316 kasus positif hari ini. Di bawahnya ada Jawa Timur yang mencatatkan 276 pasien baru dan Jawa Tengah sebanyak 275 orang. Sedangkan Sumatera Barat berada di peringkat lima dengan 254 kasus baru.

 

Advertisement

Pemerintah juga melaporkan adanya tambahan 3.567 kasus sembuh menjadi 210.437 orang. Namun angka kematian pasien Covid-19 juga melonjak 128 menjadi 10.601 orang.

Jatim menyumbang tambahan kasus kematian pasien Covid-19 terbanyak yakni 24 orang. Di bawahnya ada Jakarta yang melaporkan 21 orang pasien meninggal dunia.

Kemenkes juga mencatat jumlah suspect corona hingga saat ini mencapai 132.496 orang. Penyakit ini juga telah melanda 497 kabupaten/kota di Indonesia.

Pemerintah juga telah memetakan lima permasalahan yang mengakibatkan jumlah pasien meninggal terus bertambah sehingga menduduki posisi ketiga di Asia.

Dari lampiran Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, masalah pertama adalah tingginya tingkat keterisian tempat tidur (BOR) pada rumah sakit rujukan Covid-19.

Kedua adalah banyaknya kasus positif dengan penyakit penyerta. Ketiga adalah keterlambatan penanganan pasien Covid-19 yang kritis. Keempat adalah standar pelayanan perawatan di RS rujukan yang tak tak sama.

Terakhir adalah tenaga kesehatan yang terus berguguran. Dilansir dari CNN Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia menyatakan sudah ada 136 dokter telah meninggal dunia hingga hari ini.

Oleh sebab itu pemerintah menyiapkan sejumlah strategi agar angka kematian ini terus ditekan. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan kapasitas rumah sakit, memisahkan pasien dengan penyakit penyerta, hingga menggelar tes polymerase chain reaction (PCR) secara rutin kepada tenaga kesehatan.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait