IDI Prediksi Puncak Covid-19 Terjadi Maret-April Seiring Vaksinasi

Kasus corona diprediksi tembus 1 juta orang dalam 10 hari ke depan
Image title
Oleh Rizky Alika
19 Januari 2021, 18:30
dokter, vaksin, covid-19
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 ke seorang dokter di RS Siloam TB Simatupang, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Program vaksinasi COVID-19 tahap pertama kepada tenaga kesehatan mulai dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

Penularan kasus Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat hingga saat ini. Bahkan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih pun memperkirakan puncak penyebaran kasus Covid-19 akan terjadi pada Maret-April mendatang.

Perkiraan tersebut seiring dengan distribusi vaksin kepada masyarakat luas yang dilakukan pemerintah. Meski begitu, ia belum mengetahui kapan akhir dari pandemi Covid-19.

"Saya tidak yakin puncaknya Februari, namun saya berharap cepat. Mungkin puncak bisa bergeser ke Maret-April," kata Daeng dalam webinar Lembaga Survei KedaiKOPI bertajuk Darurat Cegah 1 Juta Penderita COVID-19 Di Tanah Air, Selasa (19/1).

Daeng mengatakan para ahli perlu mendukung pembuatan model baru tentang kurva epidemiologi. Pemodelan tersebut disusun berdasarkan perencanaan penanganan pandemi, seperti vaksinasi hingga penguatan protokol kesehatan.

Ia juga memprediksi total kasus Covid-19 di Indonesia akan menembus angka psikologis 1 juta kasus dalam 10 hari ke depan. Hal ini bisa terjadi bila tambahan kasus harian mencapai lebih dari 10 ribu kasus.

Dia menjelaskan, kondisi ini terjadi sebagai dampak dari berbagai peristiwa pada Desember lalu, seperti pilkada hingga libur panjang. Dampak penularan Covid-19 akibat kegiatan tersebut akan terlihat hingga akhir Januari.

Meski begitu, ia menilai berbagai pihak tidak perlu khawatir selama ada pemerintah siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Persiapan yang dilakukan adalah seperti memperbaiki strategi pelayanan fasilitas kesehatan serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat.

"Kami dengan Kemenko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan Kementerian Kesehatan mengakselerasi tenaga yang harus ada," ujar dia.

Dia juga berharap penanganan di bagian hulu lebih penting guna mempercepat penyelesaian pandemi, salah satunya memastikan protokol kesehatan. "Bahkan kalau protokol kesehatan perlu direvisi, diperkuat, kita perbaiki," ujar dia.

Sebelumnya Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Dr Tri Yunis Miko mengatakan vaksin bukan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan pandemi. Ia juga menyatakan penularan Covid-19 belum tentu berakhir pada tahun ini.

"Harus dilakukan tes yang banyak kemudian isolasi dan karantina yang benar." kata Tri Yunis saat sesi wawancara beberapa hari lalu.

Adapun Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said juga memperkirakan kasus Covid-19 di Indonesia akan tembus angka 1 juta dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, ia meminta pemangku kepentingan untuk duduk bersama dan memperkuat kolaborasi.

"Protokol kesehatan dijaga, vaksin didorong, ketersediaan obat didorong hingga bagaimana kapasitas rumah sakit diperluas," kata Sudirman.

Berdasarkan data  Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 10.365 menjadi 927.380 kasus pada Selasa (19/1). Sebanyak 753.948 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh (81.30%) dan 26.590 orang meninggal dunia (2.87%), sementara sisanya masih menjalani perawatan. Selain itu, ada 76.971 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Reporter: Rizky Alika
Video Pilihan

Artikel Terkait