Kontroversi Protokol Covid-19, RI Minta All England Disetop Sementara

Permintaan ini agar seluruh tim bisa melakukan isolasi sementara. Sedangkan Dubes Inggris untuk RI akan membantu menyelesaikan polemik ini
Ameidyo Daud Nasution
18 Maret 2021, 21:24
bulu tangkis, covid-19, all england, badminton, covid-19
ANTARA FOTO/Action Images via Reuters/Andrew Boyers/aww.
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo beraksi pada laga ganda putra All England di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Tim badminton RI memutuskan mundur dari turnamen All England 2021.

Kontroversi mundurnya tim bulu tangkis Indonesia dari ajang All England 2021 terus berbuntut panjang. RI meminta turnamen badminton tahunan tersebut dihentikan sementara demi memastikan seluruh tim mendapat perlakuan adil.

Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya mengatakan langkah ini perlu diambil lantaran pebulu tangkis Indonesia telah berinteraksi dengan banyak negara di turnamen tersebut. Beberapa pemain seperti Jonatan Christie, Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Marcus Fernaldi Gideon memang telah menjalani pertandingan sebelum mundur karena protokol Covid-19.

“Tentunya perlu dipertimbangkan All England dihentikan sementara untuk memberi kesempatan isolasi mandiri,” kata Desra dalam konferensi pers, Kamis (18/3) dikutip dari Antara.

 

Desra juga sudah menyampaikan usul tersebut kepada Kepala Departemen Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Inggris. Usulan juga disampaikan agar tim badminton RI dapat kesempatan menjalani tes usap yang memastikan kelanjutan mereka di kompetisi. “Ini seperti dilakukan dalam Australian Open di Melbourne,” kata Desra.

Selain itu, usulan disampaikan agar tim Indonesia diberi kesempatan menjalani tes usap PCR, yang hasilnya akan menunjukkan bisa atau tidaknya mereka melanjutkan kompetisi. Desra juga akan melayangkan surat protes kepada Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Poul-Erik Høyer Larsen dan Kepala Eksekutif Badminton Inggris.

“Karena atlet lain yang diindikasikan positif bisa dites, kenapa tim Indonesia yang tidak positif tetapi diduga berinteraksi dengan yang positif tidak dites,” katanya.

Sedangkan Dubes Inggris untuk RI Owen Jenkins sedang berkoordinasi dengan pihak terkait di negaranya untuk menyelesaikan masalah ini. Jenkins juga menyayangkan Indonesia yang tak bisa melanjutkan turnamen meski aturan kesehatan juga perlu diterapkan dengan ketat dan adil.

“Keputusan BWF yang tidak mengizinkan Indonesia berpartisipasi dalam turnamen bulu tangkis All England 2021 demi pencegahan Covid-19 sangat disayangkan,” kata Jenkins dalam keterangan resminya.

Seluruh tim bulu tangkis Indonesia baik atlet, pelatih, hingga ofisial terpaksa mundur karena masalah protokol kesehatan Covid-19. Hal ini lantaran otoritas kesehatan setempat menemukan satu kasus positif saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham yang ditumpangi para atlet RI.

Ini artinya tim harus mundur dan menjalankan isolasi sampai 23 Maret di Crowne Plaza Birmingham City Centre.  Manajer Tim Indonesia Ricky Soebagdja mengatakan hingga saat ini tim tak diberitahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal kasus positif tersebut.

“Ini kejadian yang luar biasa menyakitkan dan mengecewakan kami semua,” kata Ricky.

Reporter: Antara

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait