Hilal Belum Terlihat, Idul Fitri Jatuh Pada Kamis 13 Mei

Ameidyo Daud Nasution
11 Mei 2021, 19:07
lebaran, hilal, agama, idul fitri, sidang isbath
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.
Jamaah Tarekat Syattariyah melakukan tradisi menilik bulan (hilal), di Pantai Ulakan, Padangpariaman, Sumatera Barat, Rabu (14/4/2021). Hasil sidang isbath menyatakan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021

Pemerintah menetapkan Idul Fitri, 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Hal ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas usai memimpin sidang isbat, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta., Selasa (11/5).

Hadir dalam sidang tersebut, para ahli falakiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), perwakilan ormas Islam dan perwakilan duta besar negara sahabat.

Pengamatan hilal dilakukan di 88 titik yang ada di Indonesia. Dari hasil pengamatan, tidak ada petugas yang melaporkan keberadaan hilal. Oleh sebab itu hari raya Idul Fitri akan jatuh pada lusa usai menggenapkan Ramadhan selama 30 hari

"Semoga dengan hasil Sidang Isbat, maka kita bisa merayakan Idul Fitri bersama-sama sebagai cerminan simbol kebersamaan sebagai anak bangsa,"  kata Yaqut saat membacakan hasil sidang, Selasa (11/5).

Adapun dari hasil perhitungan, ketinggian hilal berada pada posisi minus 5 derajat 36 menit sampai minus 4 derajat 39 menit.  Oleh sebab itu dapat dikatakan hilal masih berada di bawah ufuk.  "Ini adalah dua metode yang tidak bertentangan," kata Yaqut.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Abdullah Zaidi mengatakan dari seluruh perhitungan menyatakan Idul Fitri baru jatuh pada Kamis lusa. Ia berharap seluruh umat di zona merah Covid-19 dapat beribadah di rumah masing0masing.

"Bagi zona hijau silahkan laksanakan salat dengan memperhatikan protokol kesehatan," kata Zaidi.

Sebelumnya Pakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menyatakan bahwa tidak ada referensi terlihatnya hilal awal Syawal di seluruh Indonesia pada Selasa (11/5).

"Seluruh wilayah memiliki ketinggian hilal negatif, antara minus 5,6 sampai minus 4,4 derajat," kata Cecep, Selasa (11/5) dikutip dari Antara.

 

 

 




News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait