Jokowi Berharap Lonjakan Covid-19 Tak Besar Usai 1,5 Juta Orang Mudik

Jokowi memerintahkan daerah hingga TNI dan Polri agar mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 usai Lebaran
Image title
20 Mei 2021, 15:47
jokowi, covid-19, lebaran, mudik, daerah
Katadata
Presiden Joko Widodo dalam acara pengarahan dengan Forkopimda Kepri, Rabu (19/5) mengatakan tidak masalah apabila kasus Covid-19 naik usai Lebaran. Namun ia berharap lonjakan kasus corona tidak besar.

Sebanyak 1,5 juta orang tetap pulang ke kampung halamannya meski pemerintah melarang mudik saat Lebaran. Presiden Joko Widodo mengatakan tidak masalah apabila kasus Covid-19 naik usai Lebaran.

Mantan Wali Kota Solo itu pun meminta pemerintah daerah untuk berhati-hati terhadap peningkatan kasus Covid-19. Ia juga memerintahkan Panglima Daerah Militer (Pangdam), Komandan Korem (Danrem), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) untuk bekerja sama dengan kepala daerah dalam mencegah kenaikan kasus corona.

"Kami sudah larang mudik, tapi tetap ada 1,5 juta orang mudik. Kasus naik, tidak apa-apa, tapi kecil saja. Ini yang diharapkan," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Kepulauan Riau, Tanjung Pinang, Rabu (20/5).

 

Advertisement

Secara khusus, Jokowi meminta para aparat dan pemda di Kepulauan Riau untuk menurunkan kasus Covid-19 dalam dua minggu mendatang. Sebab, kasus aktif di wilayah tersebut melonjak sejak April lalu.

Pada Maret, total kasus aktif di Kepualauan Riau hanya 273 kasus. Kemudian, jumlah kasus aktif naik pada April menjadi 1.269 kasus dan pada 18 Mei menjadi 2.015 kasus.

Sementara, angka kesembuhan di Kepulauan Rriau pada 18 Mei sebesar 83%. Angka tersebut masih di bawah angka kesembuhan nasional sebesar 92,2%. "Bupati, Wali Kota, Gubernur, Pangdam, Kapolda, didukung Kejati, semuanya harus bergerak agar angka kesembuhan bisa diperbaiki," ujar Presiden.

Kepala Negara juga meminta daerah yang masih kekurangan ventilator dan obat untuk melapor kepada Menteri Kesehatan. Sebab, hal tersebut menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan angka kesembuhan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui larangan mudik Lebaran tahun ini tidak sepenuhnya berhasil. Buktinya, lebih dari 1,5 juta pemudik masih lolos dari berbagai penyekatan.

"Memang kebijakan peniadaan mudik ini tidak berhasil 100 persen, tapi bukan berarti gagal sama sekali. Secara umum sudah bagus," kata Muhadjir, Senin (17/5).

Dari data kepolisian, selama 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021, ada ratusan ribu kendaraan yang diputar balik oleh petugas. “Selama operasi yang diputarbalikkan 461.206 kendaraan dan Travel gelap yang ditindak 835,” ucap Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Istiono, dalam keterangan resminya, Selasa (18/5).

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait