Data Diperbaiki, Luhut: Tren Angka Kematian Pasien Covid Akan Naik

Pemerintah telah memperbaiki dan memasukkan kembali indikator kematian pasien Covid-19 dalam penetapan status PPKM.
Ameidyo Daud Nasution
23 Agustus 2021, 21:06
kematian, covid-19, luhut
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas menggunakan protokol lengkap menyelesaikan proses pemakaman korban Covid-19 TPU Rorotan, Jakarta Utara, Jumat, (16/7/2021).

Pemerintah telah memutuskan status perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 sampai 4 pada Senin (23/8). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan data indikator kematian pasien Covid-19 telah dimasukkan kembali dalam perpanjangan PPKM.

Ini setelah data tersebut diperbaiki dan kasus yang sebelumnya belum tercatat telah dilaporkan. Luhut juga mengingatkan dalam beberapa hari ke depan, tren angka kematian pasien dan konfirmasi positif akan meningkat karena perbaikan ini.

"Akibat tabungan kasus konfirmasi dan kematian yang dikeluarkan kabupaten dan kota," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (23/8).

 

Advertisement

Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan Luhut memeriksa dan menangani tingginya angka kematian pasien di daerah. Mantan Menko Polhukam itu menduga salah satu penyebab tingginya kasus pasien meninggal karena mereka tak mau menjalani isolasi terpusat.

"Sehingga mengalami perburukan saat menjalani isolasi mandiri yang menyebabkan telah dibawa ke fasilitas kesehatan," katanya.

Oleh sebab itu Luhut meminta masyarakat yang positif corona bisa masuk fasilitas isolasi terpusat. Dalam isoter, mereka bisa mendapatkan pengobatan, makanan, hingga dibantu tenaga medis.

"Positif Covid-19 bukan aib, mari cegah sedari dini supaya terhindar dari pandemi," katanya.

Salah satu daerah dengan angka kematian Covid-19 yang menjadi sorotan adalah Jawa Timur.  Bahkan hal tersebut menjadi sorotan Presiden Joko Widodo dalam arahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jatim pada Kamis (19/8).

Jokowi meminta seluruh kepala daerah dan TNI-Polri yang ada di Jatim memberikan perhatian terhadap tingginya angka kematian pasien corona. Presiden mengatakan, rasio kematian Covid-19 di provinsi tersebut masih berada di atas angka nasional.

Jkowi menduga, tingginya angka kematian di Jatim lantaran masih banyak pasien isolasi mandiri tak mendapatkan perawatan memadai. Ini mengakibatkan kondisi mereka memburuk begitu dibawa ke rumah sakit.

"Pasien tidak masuk isolasi terpusat, saturasi menurun dan ada komorbid baru dibawa ke rumah sakit," kata Jokowi.

Oleh sebab itu isolasi terpusat adalah kunci untuk menekan angka kematian pasien corona. Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta pada kepala daerah, kepolisian, dan TNI tahu kondisi pasien di lapangan.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait