Kasus Covid-19 RI Bertambah 1.393, Terbanyak dari Jateng dan Jakarta

Angka kematian Covid-19 bertambah 81 orang hari ini. Pasien meninggal terbanyak disumbang Provinsi Jawa Timur.
Ameidyo Daud Nasution
7 Oktober 2021, 17:49
covid-19, jakarta, coorona
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/hp.
Petugas memastikan pengunjung menggunakan masker dengan benar sebelum memasuki lokawista Baturraden, Banyumas, Jateng, Minggu (16/5/2021). Lokawisata Baturraden tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan, memeriksa suhu tubuh pengunjung, mewajibkan masker, penyemprotan cairan disinfektan secara berkala, rapid tes secara acak, dan membatasi jumlah pengunjung hanya 30 poersen dari kapasitas lokawisata.

Pemerintah melaporkan angka positif Covid-19 sebanyak 1.393 orang pada Kamis (7/10). DKI Jakarta masih menjadi salah satu penyumbang kasus terbanyak pada hari ini.

Kasus positif didapatkan dari pemeriksaan terhadap 181.122 orang. Sedangkan angka rasio positif (positivity rate) hari ini kembali menurun jadi 0,77%.

Provinsi Jawa Tengah menyumbangkan kasus terbanyak yakni 159 orang. Sedangkan DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan 149 pasien positif.

 Adapun angka kematian Covid-19 bertambah 81 orang. Provinsi Jawa Timur menyumbangkan pasien meninggal terbanyak hari ini yakni 15 orang. Di bawahnya adalah Aceh yang melaporkan 11 kematian hari ini.

Selain itu jumlah pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah 1.946 orang. Jawa Timur menyumbang angka kesembuhan paling banyak yakni 188, disusul Jawa Tengah dengan 144 orang pasien pulih.

Adapun kasus aktif Covid-19 Indonesia pada hari ini berkurang 634 menjadi 27.747 orang. Sedangkan angka suspek hari ini meningkat dari 170.894 orang kemarin menjadi 213.616 hari ini.

Pemerintah pada awal pekan ini memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan hingga 18 Oktober mendatang. Meski demikian, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih menjalankan pembatasan level 3.

Ahli juga menyarankan wilayah Jabodetabek mempertahankan pembatasan pada level 3. Hal tersebut lantaran kinerja pengetesan dan penelusuran kontak harus ditingkatkan sebelum melakukan pelonggaran. 

 Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko mengatakan tracing perlu ditingkatkan hingga 1:20 atau pelacakan kontak 20 orang pada setiap kasus. Sedangkan, pengetesan harus mencapai 1 orang per 1.000 populasi per minggu.

 Kemudian, surveilans harus dilakukan secara aktif, bukan pasif. "Jadi bukan mengetes orang yang mau berpergian," katanya kepada Katadata.co.id, Senin (4/10).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait