Penularan Omicron di Inggris Makin Ganas, Tujuh Pasien Meninggal Dunia

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikabarkan akan memberlakukan pembatasan demi mencegah penularan varian ini
Ameidyo Daud Nasution
19 Desember 2021, 09:11
inggris, omicron, covid-19
Pexels
Ilutrasi virus Covid-19

Kasus Covid-19 varian Omicron semakin mengganas di Inggris. Hingga Sabtu (18/12), jumlah pasien di Negeri Ratu Elizabeth itu melonjak hampir 25 ribu orang, sedangkan angka kematian juga bertambah jadi tujuh orang.

Dikutip dari Reuters, jumlah kasus positif Omicron bertambah 24.968 orang. Sedangkan pasien varian tersebut yang menjalani rawat inap juga bertambah dari 65 menjadi 85.

Kenaikan kasus terjadi hampir di seluruh wilayah negara tersebut. Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan jumlah pasien di rumah sakit kota tersebut meningkat hampir 30% pekan ini.

“Ini adalah pernyataan betapa seriusnya hal tersebut,” kata Khan.

Advertisement

 

Sedangkan Kelompok Penasihat Ilmiah pemerintah mengatakan ratusan ribu orang bisa terinfeksi varian tersebut tiap hari. Bahkan mereka menduga jumlah pasien Omicron yang dirawat baru sepersepuluh dari angka sesungguhnya.

“Pemodelan menunjukkan di waktu puncak setidaknya 3.000 rawat inap sehari di Inggris,” kata mereka.

Laporan GISAID menunjukkan hingga Kamis (16/12), virus varian corona ini telah ditemukan di 63 negara dengan total 5.733 kasus. Britania Raya tercatat memiliki 2.957 kasus Covid-19 varian Omicron.

Sementara Perdana Menteri Boris Johnson akan memimpin rapat pertemuan darurat dengan pimpinan administrasi Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Ia akan mengambil langkah pembatasan demi mencegah penularan varian tersebut.

Dikutip dari The Times, pembatasan tersebut di antaranya larangan kerumunan di tempat tertutup kecuali bekerja, selain itu restoran dan bar hanya akan melayani layanan di luar ruangan.

Meski demikian Johnson juga berada di bawah tekanan Partai Konservatif yang menolak langkah pembatasan. Para Menteri juga belum secara resmi mempertimbangkan hal tersebut.

“Kami tidak menutup semua (opsi),” kata Johnson pada Jumat (17/12).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait