Kemenkes Duga Kasus Pertama Omicron RI Ditularkan WNI dari Nigeria

Petugas RS Wisma Atlet yang terinfeksi Omicron tak memiliki riwayat perjalanan luar negeri. Ia diduga tertular dari WNI yang baru pulang dari Nigeria akhir November lalu
Ameidyo Daud Nasution
19 Desember 2021, 20:20
omicron, covid-19, corona
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Sejumlah pasien positif COVID-19 berolahraga di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (26/5/2021). Berdasarkan data pengelola, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat ini menunjukkan peningkatan sebesar 10 persen dalam kurun waktu sembilan hari terakhir terhitung sejak Selasa (18/5/2021) yaitu sebesar 15,02 persen menjadi 25,21 persen.

Asal muasal masuknya kasus pertama Covid-19 varian Omicron ke Indonesia mulai terjawab. Kementerian Kesehatan menduga mutasi tersebut dibawa oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Nigeria pada 27 November lalu.

Kasus pertama yang diumumkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Kamis (16/12) lalu adalah petugas kebersihan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 berinisial N. Dari hasil pemeriksaan, N tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri sehingga bisa disimpulkan ia tertular dari WNI dari luar negeri.

Kemenkes juga merunut kasus WNI positif Covid-19 di Wisma Atlet pada 14 hari ke belakang. Kemungkinan besar kasus pertama Omicron adalah warga berinisial TF. “Usia 21 tahun, tiba dari Nigeria tanggal 27 ovember 2021,” demikian keterangan resmi Kemenkes, Minggu (19/12).

 Kemenkes juga menelusuri 169 WNI dari luar negeri yang karantina di RS Wisma Atlet antara 24 November hingga 3 Desember 2021. Hasilnya, TF berstatus probable dengan dan kemungkinan besar terkena Omicron. “Hasil tes PCR untuk TF sudah dinyatakan negatif,” bunyi pernyataan Kemenkes.

Advertisement

Sedangkan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia mengatakan efektif untuk mendeteksi kasus pertama Omicron. Lewat isolasi, penelusuran lebih jauh bisa dilakukan kepada pelaku perjalanan yang positif corona.

“Penting bagi setiap pelaku perjalanan luar negeri untuk melakukan karantina,” ujar Nadia.

Nadia juga meminta masyarakat mewaspadai potensi penularan Omicron. Apalagi virus ini memiliki daya tular lima kali lipat dari varian Delta. “Kurangi mobilitas, gunakan masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak,” katanya.

Sedangkan laporan GISAID hingga Kamis (16/12) menunjukkan bahwa virus varian corona ini telah ditemukan di 63 negara dengan total 5.733 kasus. Britania Raya tercatat memiliki 2.957 kasus Covid-19 varian Omicron atau terbanyak di dunia.

Adapun hingga saat ini kasus Omicron yang resmi diumumkan mencapai tiga orang. Selain N, dua pasien lainnya merupakan WNI yang baru pulang dari luar negeri.

Mereka adalah IKWJ, 42 tahun, laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan, serta M, 50 tahun, laki-laki, perjalanan dari Inggris. "Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet,” ujar dr Nadia dalam keterangan resminya, Jumat (17/12).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait