Thailand Tingkatkan Status Waspada Covid-19 ke Level 4 Akibat Omicron

Penularan Omicron memicu lonjakan kasus 48% di Thailand. Jiran RI itu di ambang pembatasan kegiatan yang lebih ketat
Image title
7 Januari 2022, 11:04
omicron, thailanf, covid-19, corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/hp/sa.
Kuil Wat Arun terlihat saat senja di tepi Sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand, Kamis (9/12/2021). Gambar diambil (9/12/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/hp/sa.

Kasus Covid-19 varian Omicron tengah meningkat di berbagai negara. Thailand pun meningkatkan kewaspadaan menyusul peningkatan infeksi varian Omicron.

Status kewaspadaan diubah dari level tiga menjadi empat. Perubahan diikuti dengan kemungkinan pembatasan seperti menutup area berisiko tinggi dan membatasi perjalanan domestik atau pertemuan publik.

"Thailand telah memasuki gelombang infeksi baru, di mana kasus baru akan meningkat dengan cepat," kata Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Thailand Kiattiphum Wongrajit seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/1).

Menurutnya, kewaspadaan level empat berarti menutup tempat-tempat berisiko tinggi. Sedangkan status tertinggi kewaspadaan berada pada level 5.

Advertisement

Langkah ini dilakukan di tengah peningkatan tajam dalam infeksi harian sejak awal tahun. Adapun, jiran Indonesia itu melaporkan 5.775 kasus baru pada hari Kamis, naik 48% pada hari sebelumnya dan hampir dua kali lipat jumlahnya pada 1 Januari.

Negara Gajah Putih itu telah memvaksinasi dua dosis sekitar 69,1% dari sekitar 72 juta orang masyarakat. Sementara, masyarakat yang mendapatkan booster hanya 10,9% dari total populasi.

Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan semua pihak untuk tak meremehkan varian Omicron meski sebagian besar gejala yang dihasilkan lebih ringan dari Delta. Infeksi Covid-19 varian Omicron tak boleh dikategorikan penyakit ringan.

Pimpinan WHO untuk manajemen klinik Janet Diaz mengatakan, studi klinis awal menunjukkan risiko rawat inap akibat infeksi varian Omicron lebih rendah dibandingkan Delta. Ia juga melihat ada penurunan risiko keparahan pada orang yang lebih muda dan lebih tua.

Pernyataan tentang pengurangan risiko penyakit parah berpadu dengan data lain, termasuk studi dari Afrika Selatan dan Inggris. Namun, data-data tersebut sejauh ini tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang studi atau usia kasus yang dianalisis.

Dampak varian Omicron pada orang tua adalah salah satu pertanyaan besar yang belum terjawab karena sebagian besar kasus yang dipelajari sejauh ini terjadi pada orang yang lebih muda.

"Meskipun Omicron tampaknya tidak terlalu parah dibandingkan Delta, terutama pada mereka yang divaksinasi, itu tidak berarti varian ini harus dikategorikan sebagai ringan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis (6/1), seperti dikutip dari Reuters.

Ia mengatakan, Omicron seperti halnya varian sebelumnya, Omicron dapat membuat seseorang membutuhkan rawat inap hingga menyebabkan kematian. Dia memperingatkan potensi terjadinya "tsunami" dipicu oleh penyebaran Omicron dan Delta. Kondisi ini dapat membuat sistem perawatan kesehatan kewalahan, dan pemerintah berjuang untuk menjinakkan penyebaran virus.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait