Cari Tahu Proyek Gasifikasi Batu Bara, Kepala BKPM Blusukan ke Kaltim

Proyek gasifikasi ini merupakan kerja sama antara Air Products dengan PT Bakrie Capital Indonesia dan PT Ithaca Resources. PT Kaltim Prima Coal (KPC) menjadi pemasok batu bara fasilitas tersebut
Image title
20 Januari 2022, 22:49
bkpm, batu bara, gasifikasi, investasi
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/aww.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kiri) didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (kanan) menjadi pembicara pada diskusi tentang investasi daerah yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (27/5/2021). Kegiatan tersebut menyoroti strategi investasi untuk pembangunan daerah guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengunjungi proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu (19/1). Dari hasil kunjungan ini, Bahlil menilai proyek tersebut berjalan dengan lancar. 

Pengolahan batu bara menjadi metanol akan dilakukan oleh PT Air Products East Kalimantan (PT APEK), yang merupakan patungan antara Air Products dengan PT Bakrie Capital Indonesia Group dan PT Ithaca Resources. Sedangkan PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai pemilik wilayah pertambangan akan menjadi pemasok batu bara.

Bahlil menjelaskan peninjauan langsung ke lokasi proyek untuk memastikan perusahaan telah melakukan hilirisasi sebagai syarat perpanjangan kontrak KPC. Selain itu, peninjauan juga dilakukan ke area tambang untuk memastikan keseimbangan lingkungan serta  jalannya investasi di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur.

“Hilirisasi harus segera dijalankan karena ini perintah langsung Bapak Presiden. Setiap PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara) yang akan diperpanjang harus memberikan sebagian alokasi untuk pembangunan Indonesia,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Kamis (20/1).

Advertisement

PT APEK memiliki rencana investasi sebesar Rp 33 triliun dan target kapasitas produksi sebesar 1,8 juta ton methanol per tahun. Proyek ini ditargetkan beroperasi komersial pada kuartal IV 2024.

Bahlil mengatakan pemerintah secara bertahap akan menghentikan ekspor bahan mentah. Hal ini seiring dengan upaya peningkatan nilai tambah sumber daya di dalam negeri.

“Kita harus memastikan kebutuhan domestik terlebih dahulu. Jika batu bara yang dulu kita impor bahan baku padahal listrik domestik belum cukup, maka sekarang sudah saatnya peduli terhadap kebutuhan lokal,” katanya.

Proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Bengalon telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Fasilitas gasifikasi ini diharapkan dapat mengurangi impor gas Indonesia sebesar US$ 7,6 miliar selama masa produksi dan meningkatkan perolehan devisa hingga US$ 4,7 miliar selama masa konstruksi dan produksi.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait