Indonesia Tak Lagi Darurat Covid-19, Mulai Transisi Masuk Fase Endemi

Satgas akan merumuskan strategi baru bagi seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.
Image title
10 Mei 2022, 20:08
covid-19, satgas, endemi
Satgas Covid-19
Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa Indonesia sudah mulai melakukan transisi menuju fase endemi. Perubahan ini didukung data yang menunjukkan menurunnya penularan virus.

Selain penularan, indikator lain adalah meningkatnya pertumbuhan ekonomi, indeks belanja, dan mobilitas masyarakat hingga penurunan angka pengangguran. 

“Bisa dikatakan bahwa saat ini Indonesia sudah tidak lagi berada dalam kondisi kedaruratan pandemi Covid-19 dan mulai bertransisi menuju fase endemi,” ujar Juru Bicara Satgas Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (10/5). 

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kasus harian corona RI telah berada di bawah 1.000 selama 25 hari terakhir. Selain itu angka keterisian tempat tidur rumah sakit berada di angka 2%.

Advertisement

Meski ada indikasi perbaikan, Wiku meminta masyarakat untuk waspada lantaran beberapa negara sudah mulai mengalami peningkatan kasus Covid-19. Bahkan subvarian baru Omicron yakni BA.4 dan BA.5 telah ditemukan di Afrika Selatan

Makanya, Satgas akan merumuskan strategi baru bagi seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19. Beberapa di antaranya yakni mengurangi aktivitas secara bersamaan dan mendorong terbentuknya perilaku yang lebih sehat dan aman.

Ia juga meminta adanya perlindungan yang lebih optimal bagi populasi yang beresiko tinggi terinfeksi Covid-19, yakni lansia dan anak-anak. Untuk itu, Satgas akan menggencarkan cakupan vaksinasi dan menyusun strategi tes yang lebih spesifik (targeted testing). 

Satgas juga berharap ada peningkatan inovasi berdasarkan pembelajaran selama pandemi Covid-19 ini. Ilmu pengetahuan serta teknologi kesehatan diharapkan semakin berkembang sehingga dapat melakukan upaya deteksi, pencegahan, dan pengobatan secara masif untuk penyakit menular lainnya. 

“Dengan implementasi upaya yang baik, maka gelombang baru Covid-19 tidak akan muncul kembali. Namun jika kita tidak mampu menjalankannya maka perlu adanya kerelaan untuk kembali mengetatkan aktivitas demi keselamatan bersama,” kata Wiku. 

Dalam kesempatan ini, Wiku juga melaporkan bahwa tren kenaikan mobilitas tidak hanya terjadi pada provinsi-provinsi tujuan mudik, namun rata pada 33 dari 34 provinsi di Indonesia. Adapun delapan provinsi yang menjadi tujuan mudik terbesar adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Lampung, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat.

Data ini diperoleh berdasarkan data Google Mobility per 6 Mei 2022. Kenaikan mobilitas umumnya terjadi pada lokasi retail dan rekreasi, toko bahan makanan, taman, dan pusat transportasi umum. Adapun, satu-satunya provinsi yang mengalami penurunan mobilitas adalah DKI Jakarta.

“Penurunan ini terjadi pada empat dari lima lokasi survei, dan hanya pada area taman mobilitas meningkat sangat kecil yakni 8%,” kata Wiku.

Reporter: Amelia Yesidora
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait