278 Jemaah Haji Positif Covid-19, Terbanyak dari Surabaya dan Batam

Kasus Covid-19 juga ditemukan pada jemaah haji di Jakarta dan Padang.
Rizky Alika
4 Agustus 2022, 16:33
covid-19, haji, surabaya, batam
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/YU
Jamaah haji berswafoto saat turun dari pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (/28/7/2022).

Pemerintah terus mengawasi potensi masuknya Covid-19 dari pintu kedatangan luar negeri. Kementerian Kesehatan pun mendeteksi 278 kasus positif pada jemaah haji tahun ini.

Meski begitu, Ketua Tim KekarantinaanKesehatan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan jumlah kasus positif corona itu sedikit. "Hasil kami sampai saat ini tidak terlalu tinggi," kata Imran dalam konferensi pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (4/8).

Secara rinci, konfirmasi positif terbanyak ditemukan di Surabaya, yaitu 72 orang. Berikutnya, Batam melaporkan kasus positif sebanyak 68 orang dan
Jakarta 30 orang. Selain itu, kasus corona pada jamaah haji di Padang mencapai 44. 

Dari seluruh kasus positif yang ditemukan, sebanyak 227 kasus ditemukan dari tes rapid antigen. Sementara, 51 kasus positif lainnya terdeteksi melalui tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Advertisement

Adapun, kasus positif diperoleh dari pemeriksaan terhadap 53.505 jamaah haji. Dari jumlah itu, 43.529 orang menjalani tes antigen dan 316 orang tes PCR.

Dengan demikian, rasio positif PCR mencapai 0,1%. Sementara, jumlah jamaah haji yang sudah disuntik vaksin dosis ketiga mencapai 628 orang."Positivity rate kita itu kecil," kata Imran.

Meskipun jumlahnya sedikit, pemerintah tetap melakukan perawatan khusus kepada jamaah yang positif Covid-19. Salah satunya dengan menjemput pasien dengan mobil khusus.

Sementara, pasien yang positif melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan puskesmas. Ia juga memastikan, pemeriksaan pada jamaah haji bukan hanya terkait virus corona.

"Kalau belajar dari tahun sebelumnya, biasanya akan ada kenaikan kasus difteri dan polio," kata Imran. Adapun, pengawasan pada jamaah haji dilakukan selama 21 hari setelah pulang haji.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan prediksi puncak kasus di akhir Juli bisa berubah karena munculnya jamaah haji yang menjadi pasien corona. Sebelumnya Menkes memprediksi puncak penularan akan mencapai 20 ribu pada pekan ketiga hingga keempat Juli.

"Kami lihat profilnya mungkin agak berubah karena jamaah haji pada berdatangan dan beberapa kena Covid-19," kata Budi.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait